Timika – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)
Kabupaten Mimika kini resmi memiliki gedung sekretariat sendiri. Bertempat di Jalan
WR Supratman, Petrosea, suasana haru dan bahagia mewarnai acara Tasyakuran
Gedung Sekretariat BKMT Mimika yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026.
Kehadiran gedung baru ini tidak
sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan simbol perjuangan panjang para
pengurus BKMT Mimika periode 2025–2030 dalam mewujudkan sebuah warisan
organisasi bagi generasi mendatang.
Ketua Panitia Pembangunan, Tuty S.
Kaliky, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung sekretariat
BKMT Mimika menelan biaya sekitar Rp900 juta. Meski mendapat dukungan
dana hibah dari Pemerintah Daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra)
sebesar Rp700 juta, panitia sempat menghadapi tantangan kekurangan
anggaran.
“Pembangunan menghabiskan dana sekitar
900 juta rupiah, sehingga masih ada sisa kewajiban kepada kontraktor. Namun
berkat kegigihan para pengurus dan tambahan pribadi dari Ibu Ketua, kami telah
mencicil hingga tersisa 111 juta rupiah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada
Ketua BKMT Mimika yang telah menghibahkan tanah pribadinya untuk pembangunan
gedung sekretariat tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk
pengorbanan luar biasa yang diharapkan menjadi amal jariyah bagi keluarga besar
BKMT.
Ketua BKMT Mimika, drh. Sabelina
Fitriani, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas rampungnya pembangunan
gedung sekretariat tersebut. Ia menegaskan bahwa gedung ini terbuka untuk
dimanfaatkan oleh lima cabang dan dua organisasi di bawah naungan BKMT,
bahkan bagi organisasi Islam lainnya di Kabupaten Mimika.
“Gedung ini dapat digunakan untuk
berbagai kegiatan positif, mulai dari rapat, sosialisasi, hingga pengajian.
Kami berharap keberadaan gedung ini benar-benar membawa kemaslahatan bagi
umat,” tuturnya.
Selain sebagai sekretariat, gedung ini
juga akan difungsikan sebagai TPA Tuti Alawiyah, yang diambil dari nama
pendiri BKMT Pusat sebagai bentuk penghormatan dan dedikasi. Ketua BKMT Mimika
juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga dan merawat gedung tersebut secara
swadaya.
“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa
lagi? Kita harus mandiri, termasuk dalam operasional dan pemeliharaan gedung,”
tegasnya.
Hadir memberikan tausiah dan doa, Ketua
MUI Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BKMT Mimika
membangun gedung sekretariat di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan.
“Gedung baru harus diiringi dengan
semangat yang baru. Saya sangat terharu melihat langsung perjuangan BKMT hingga
gedung ini bisa berdiri,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para pengurus
BKMT tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh polemik yang tidak
produktif. Menurutnya, kerja nyata dan konsistensi dalam pengabdian adalah
kunci keberkahan dalam berorganisasi.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa
bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai ungkapan syukur, menandai
babak baru perjalanan BKMT Mimika dalam mensyiarkan nilai-nilai Islam dan
memperkuat peran majelis taklim di Tanah Amungsa.
Sumber: wartamimika.com










