MIMIKA – Kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun
1447 Hijriah/2026 Masehi dengan tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas,
dan Perempuan” yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian
Haji dan Umrah Kabupaten Mimika resmi ditutup, Jumat 13/02/2026.
Pelaksana Tugas (PLT) Kantor
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Abdul Syakir,
menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan manasik
yang berlangsung selama lima hari.
“Alhamdulillah, pelaksanaan
manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten dan juga tingkat distrik atau
kecamatan tahun 1447 H/2026 M telah selesai. Hari ini ditutup dengan materi
praktik pelaksanaan umrah dan praktik pelaksanaan haji,” ujarnya.
Materi praktik tersebut
dibimbing langsung oleh Ustadz Joko Prianto selaku
pembimbing bersertifikasi. Pada sesi praktik umrah, para jamaah mempelajari dan
mempraktikkan niat ihram, tawaf, sa’i, tahallul atau cukur, serta diskusi dan
penguatan materi.
Sementara itu, dalam praktik
manasik haji, jamaah memulai dengan niat ihram menggunakan pakaian ihram,
dilanjutkan praktik wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga rangkaian di
Mina seperti lempar jumrah, Nafar Awal, Nafar Tsani, tahallul. Rangkaian
ditutup dengan praktik tawaf ifadah, sa’i, serta tawaf wada' atau tawaf
perpisahan.
Abdul Syakir menjelaskan bahwa
sebelumnya para jamaah juga telah mengikuti manasik tingkat nasional yang dibuka
langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI secara daring via Zoom meeting online
pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Seluruh materi yang diberikan mencakup teori
dan praktik, mulai dari persiapan keberangkatan dari tanah air menuju Tanah
Suci Mekkah dan Madinah hingga kembali ke Indonesia.
Ia mengapresiasi antusiasme
para jamaah haji Kabupaten Mimika yang mengikuti kegiatan sejak hari pertama
hingga penutupan.
“Walaupun kegiatan dimulai dari
pagi sampai siang, semangat jamaah luar biasa. Hampir seluruh peserta hadir
setiap hari, kecuali yang sakit,” katanya.
Dalam pesannya, Abdul Syakir
mengingatkan agar jamaah tidak berhenti belajar meski manasik telah selesai. Ia
mendorong jamaah untuk terus memperdalam pemahaman melalui buku panduan maupun
media pembelajaran lainnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga
kesehatan dan stamina, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi
fisik yang prima.
“Jaga kesehatan, jaga
kekompakan, dan saling tolong-menolong antarjamaah. Jamaah Kabupaten Mimika
tahun 2026 harus tetap solid dan menjaga silaturahmi,” pesannya.
Ia juga menyampaikan terima
kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, pemateri dari Kementerian Haji dan
Umrah, ormas termasuk MUI, Dinas Kesehatan Mimika, para
pembimbing tersertifikasi dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU)
seperti Riski
Barokah Zamzam dan KBIHU Babussalam, serta dukungan
media.
Adapun lokasi pelaksanaan
manasik berlangsung di tiga tempat, yakni Aula MI/SD At-Taqwa di Jalan
Patimura, Aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil),
dan penutupan di Masjid Al-Azhar.
Dengan resmi ditutupnya
kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah haji Kabupaten Mimika tahun 1447 H/2026
M siap secara ilmu, mental, dan fisik untuk menunaikan rukun Islam kelima di
Tanah Suci.
Sumber berita: RRI.CO.ID
Penulis:
Sasa










