Jumat, 20 Februari 2026 / 3 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:56 06:24 12:10 15:21 18:16 19:26
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:56
Duha 06:24
Zuhur 12:10
Ashar 15:21
Magrib 18:16
Isya 19:26
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Polemik Waktu Imsak di Indonesia: Antara Tradisi dan Batas Syariat

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Menjelang bulan suci Ramadhan, polemik mengenai waktu imsak kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Perbedaan pemahaman ini umumnya berkisar pada tradisi imsak di Indonesia yang ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh, dengan batas akhir sahur yang sebenarnya menurut syariat, yakni terbitnya fajar shadiq atau azan Subuh.

Imsak di Indonesia pada dasarnya berfungsi sebagai tanda kehati-hatian (ihtiyath) untuk berhenti makan dan minum, bukan sebagai batas mutlak sah atau tidaknya puasa.

Berikut beberapa hal penting terkait polemik waktu imsak:


A. Kehati-hatian vs. Waktu Sahur

Waktu imsak (sering ditetapkan 10 menit sebelum Subuh) merupakan hasil ijtihad ulama Nusantara sebagai jeda persiapan sebelum fajar. Secara syariat, batas akhir makan sahur adalah saat azan Subuh berkumandang.


B. Perbedaan Argumen

Sebagian pihak menilai imsak 10 menit adalah langkah aman agar tidak terjebak makan setelah fajar. Pihak lain berpendapat bahwa tidak ada istilah “imsak 10 menit” dalam hadis, dan batas sahur tetaplah azan Subuh.


C. Perbedaan Metode dan Jadwal

Terjadi perbedaan penetapan awal waktu Subuh antara pemerintah/NU dan Muhammadiyah (sekitar 8 menit), yang berdampak pada perbedaan jadwal imsakiyah di berbagai wilayah.


D. Tradisi 50 Ayat

Penetapan imsak sekitar 10 menit sering dikaitkan dengan hadis riwayat Al-Bukhari mengenai jeda antara selesai sahur dan Subuh yang setara dengan membaca 50 ayat.

Namun demikian, imsak tidak membatalkan puasa jika makan dilakukan sesudahnya selama belum azan Subuh. Menghentikan makan dan minum saat waktu imsak tiba lebih dianjurkan sebagai langkah preventif dan bentuk kehati-hatian.


Sebagai penutup, perbedaan pandangan terkait waktu imsak hendaknya disikapi dengan bijak dan penuh toleransi. Intinya, batas akhir sahur secara syariat adalah masuknya waktu Subuh, sementara imsak merupakan tradisi kehati-hatian yang bertujuan menjaga kesempurnaan ibadah puasa.

Semoga Ramadhan 1447 H menjadi momentum meningkatkan pemahaman agama dengan sikap yang dewasa dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.