Rabu, 25 Februari 2026 / 7 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:34 04:44 05:56 06:23 12:09 15:17 18:15 19:24
Imsak 04:34
Subuh 04:44
Syuruq 05:56
Duha 06:23
Zuhur 12:09
Ashar 15:17
Magrib 18:15
Isya 19:24
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Tiga Metode Utama dalam Dakwah Islam

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Dakwah merupakan kewajiban setiap Muslim dalam menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang bijak dan sesuai tuntunan syariat. Secara umum, dakwah dibagi menjadi tiga metode utama, yaitu dakwah bil hal (perbuatan), bil lisan (ucapan), dan bil qalam (tulisan/literasi).

Pendekatan ini menggabungkan keteladanan nyata, komunikasi verbal, serta literasi tertulis untuk menyampaikan pesan Islam secara komprehensif dan efektif kepada masyarakat.

Berikut penjelasan mengenai ketiga metode dakwah tersebut:


1. Dakwah Bil Hal (Perbuatan Nyata)

Dakwah bil hal adalah dakwah melalui aksi nyata, perilaku terpuji, dan karya di lapangan. Metode ini menekankan pada keteladanan (uswatun hasanah), sehingga masyarakat dapat melihat langsung penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya meliputi kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pelayanan kemanusiaan, atau membantu sesama dengan penuh keikhlasan.


2. Dakwah Bil Lisan (Ucapan/Verbal)

Dakwah bil lisan adalah dakwah yang disampaikan secara langsung melalui lisan, seperti ceramah, khutbah Jumat, nasihat, pengajian, maupun dialog keagamaan.

Metode ini efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan secara cepat dan langsung kepada pendengar, serta membangun pemahaman secara interaktif.


3. Dakwah Bil Qalam (Tulisan/Literasi)

Dakwah bil qalam adalah dakwah melalui tulisan atau karya tulis, seperti buku, artikel, brosur, buletin, maupun konten di media sosial.

Metode ini memiliki jangkauan yang luas dan berkelanjutan, karena pesan dakwah dapat dibaca ulang, disebarluaskan, dan menjadi referensi dalam jangka panjang.


Ketiga metode ini saling melengkapi. Dakwah bil hal sering dianggap paling kuat karena memberikan contoh langsung, sementara dakwah bil lisan dan bil qalam memperkuatnya dengan penjelasan dan pemahaman teoretis.

Dengan memadukan ketiganya, dakwah Islam dapat berjalan lebih efektif, menyentuh hati, serta memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat.