Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag.,
S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum
MUI Mimika)
Berbagi makanan atau takjil
untuk berbuka puasa merupakan salah satu amalan yang sangat populer di bulan
suci Ramadhan. Selain menjadi tradisi kebaikan di tengah masyarakat, amalan ini
juga memiliki dasar hukum dan keutamaan yang jelas dalam syariat Islam.
Hukum berbagi makanan atau
takjil untuk buka puasa di bulan Ramadhan adalah sunnah yang sangat dianjurkan
(sunnah muakkad) dan bernilai pahala setara dengan orang yang
berpuasa. Amal ini menjanjikan pahala besar tanpa mengurangi sedikit pun pahala
orang yang berpuasa.
Berikut rincian hukum dan keutamaannya:
1.
Pahala Setara dengan Orang yang Berpuasa
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
Artinya: “Barangsiapa yang
memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang
berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun
juga.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan besarnya
keutamaan berbagi takjil di bulan Ramadhan.
2. Berlaku untuk Siapa Saja
Berbagi makanan buka puasa
sangat dianjurkan, baik kepada fakir miskin, kerabat, maupun orang lain,
bahkan meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air. Nilai kebaikan
tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, melainkan dari keikhlasan.
3. Sedekah Paling Utama di Bulan Ramadhan
Bersedekah di bulan Ramadhan,
termasuk memberi makan untuk berbuka, merupakan salah satu bentuk sedekah yang
paling utama dibandingkan bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan penuh
keberkahan, sehingga setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
4. Waktu yang Bernilai Berlipat Ganda
Memberi makan berbuka puasa pada
bulan Ramadhan, terutama kepada mereka yang kekurangan, memiliki nilai pahala
yang berlipat ganda. Selain membantu sesama, amalan ini juga memperkuat ukhuwah
dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Berbagi buka puasa bukan hanya
tradisi, tetapi amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan
memperbanyak sedekah dan memberi makan orang yang berpuasa, seorang Muslim
dapat memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Semoga Ramadhan 1447 H menjadi
momentum memperbanyak amal kebaikan dan menebar manfaat bagi sesama.













