Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag.,
S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum
MUI Mimika)
Sholat Witir
merupakan bagian penting dari ibadah malam, baik setelah Tarawih maupun
Tahajud. Dalam praktiknya, dikenal istilah Syaf’i dan Watri (الشفع والوتر) yang merujuk pada tata cara
pelaksanaan sholat malam yang dipisah antara rakaat genap dan rakaat ganjil
penutup, sebagaimana banyak dipraktikkan dalam mazhab Syafi’i.
Berikut makna dan
rinciannya:
1. Syaf’i (Asy-Syafa’) – الشفع
Makna bahasa: Genap.
Konteks sholat:
Syaf’i adalah rakaat genap yang dilakukan sebelum rakaat penutup. Biasanya
berupa dua rakaat, empat rakaat, dan seterusnya, yang ditutup dengan salam.
Dalam praktik tiga rakaat witir secara fashl (dipisah), dua rakaat pertama
disebut sebagai sholat Syaf’i.
Filosofi:
Syafa’ (genap) melambangkan makhluk, karena segala sesuatu diciptakan
berpasang-pasangan.
2. Watri / Witir (الوتر)
Makna bahasa: Ganjil atau satu.
Konteks sholat:
Witir adalah satu rakaat terakhir yang menutup seluruh rangkaian sholat malam,
baik setelah Tarawih maupun Tahajud.
Filosofi:
Allah itu Esa (Witr)
dan menyukai yang ganjil.
Makna Gabungan: Syaf’i wal Watri
Dalam praktik
ibadah, Syaf’i
wal Watri berarti menyempurnakan sholat malam dengan dua rakaat
(syaf’i) lalu diakhiri satu rakaat (witir) sebagai penutup.
Cara yang Paling Utama (Fashl)
Melaksanakan
dua rakaat (salam), kemudian satu rakaat (salam).
Niat Syaf’i:
Usholli sunnatasy syaf’i rak’ataini lillahi ta’ala.
(Saya berniat shalat sunnah syaf’i dua rakaat karena Allah Ta’ala).
Niat Witir:
Usholli sunnatal witri rak’atan wahidatan lillahi ta’ala.
(Saya berniat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala).
Sebagaimana
sabda Nabi SAW:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ
الْوِتْرَ
Artinya:
“Jadikanlah shalat witir sebagai akhir shalat malam kalian.”
Syaf’i wal Watri adalah rangkaian penutup sholat
malam yang menggabungkan rakaat genap (dua) dan ganjil (satu), sehingga ibadah
malam diakhiri dengan jumlah rakaat ganjil sesuai tuntunan sunnah.
Memahami tata
cara dan maknanya membantu umat Islam melaksanakan ibadah malam dengan lebih
khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.













