Sabtu, 27 Juni 2026 / 11 Muharam 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:29 04:39 05:56 06:25 11:59 15:21 17:55 19:09
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Syuruq 05:56
Duha 06:25
Zuhur 11:59
Ashar 15:21
Magrib 17:55
Isya 19:09
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

KRITIK TERHADAP "IDUL YATAMA"

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Istilah khusus "Idul Yatama" atau Lebaran Anak Yatim pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura) tidak bersumber dari hadis shahih, melainkan merupakan tradisi atau budaya masyarakat Muslim di Indonesia.

Secara fikih dan hadis, tidak terdapat riwayat shahih yang secara khusus menganjurkan ibadah atau menyantuni anak yatim hanya pada tanggal 10 Muharram. Hadis yang sering dikutip mengenai mengusap kepala anak yatim pada Hari Asyura memiliki derajat dhaif (lemah) bahkan ada yang dinilai matruk (ditinggalkan para perawinya).

Meskipun demikian, anjuran untuk menyayangi, memelihara, dan menanggung anak yatim sangat banyak disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadis, serta berlaku sepanjang tahun. Selain itu, terdapat pula anjuran memperbanyak sedekah pada Hari Asyura.

Berikut beberapa landasan umum mengenai keutamaan menyantuni anak yatim dan bersedekah di bulan Muharram:

1. Kedudukan Bersama Nabi di Surga

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini," kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.

(HR. Bukhari)

2. Anjuran Bersedekah pada Hari Asyura

"Barang siapa berpuasa pada Hari Asyura (10 Muharram), maka seakan-akan ia berpuasa selama setahun. Dan barang siapa bersedekah pada hari itu, maka ia seakan-akan bersedekah selama setahun."

(Diriwayatkan dalam beberapa atsar dan riwayat ulama, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah Was Surur.)

3. Rumah Terbaik di Kalangan Kaum Muslimin

"Sebaik-baik rumah di antara kaum Muslimin adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah di antara kaum Muslimin adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan buruk."

(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)