Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Ganjaran Sabar: Kunci Pahala Tanpa Batas yang Sering Diremehkan

mimikamuslim.com - Antum tahu nggak, sabar itu bukan cuma tentang diem aja waktu kena masalah, bukan juga soal ngalah mulu atau pasrah tanpa usaha.
Sabar itu lebih dalam… lebih kuat… dan lebih keren dari yang sering kita bayangin. 💪

Hari ini, kita mau bahas sesuatu yang kelihatannya kecil, tapi justru jadi salah satu kunci terbesar menuju surga. Yup, sabar. Dan yang lebih spesialnya lagi, sabar itu dijanjikan pahala yang tanpa batas. Nggak ada hitungannya. Allah SWT yang langsung bilang!


Pertama-tama, yuk renungkan satu ayat luar biasa ini…
إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Innamā yuwaffas-ṣābirụna ajrahum bighairi ḥisāb
Artinya: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
(QS Az-Zumar: 10)


Subhanallah… Antum tahu nggak, biasanya pahala itu punya skala. Dalam Islam, satu kebaikan bisa dibalas 10 kali lipat, bahkan sampai 700 kali lipat, sesuai dengan niat dan kualitas amalnya. Ini sebagaimana disebut dalam:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ...
Matsalu alladzīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāh, ka-matsali ḥabbatin ambatat sab‘a sanābila...
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir...”
(QS Al-Baqarah: 261)

Tapi kalau sabar? Beda cerita. Kan tadi Allah sudah berfirman dalam (QS Az-Zumar: 10) :

"Tanpa Batas."

Tanpa batas, bro…
Artinya apa? Antum nggak bisa ngitung. Malaikat juga nggak bisa. Karena pahala sabar itu langsung Allah yang siapkan, dan nggak ada angka yang cukup buat ngukur.


📌 Nah, sabar itu bentuknya gimana sih?

Banyak yang masih mikir sabar itu cuma “nahan marah” atau “pasrah”. Padahal… sabar itu luas banget! Yuk, kita bedah bentuk-bentuknya:

1️⃣ Sabar dalam Ketaatan (صَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ)

Ini sabar yang paling sering diremehkan. Contohnya:

  • Bangun subuh buat sholat, walau Antum masih ngantuk berat.

  • Puasa di tengah kesibukan kuliah/kerja.

  • Nggak ikutan nongkrong yang isinya gibah, karena ingin jaga lisan.

Ini semua butuh disiplin, tekad, dan cinta kepada Allah.

2️⃣ Sabar dalam Menjauhi Maksiat (صَبْرٌ عَنِ الْمَعْصِيَةِ)

Ini sabar yang paling berat di era sekarang, karena godaan makin banyak:

  • Menahan pandangan dari konten yang haram di media sosial.

  • Menolak ajakan pacaran atau zina saat semua orang anggap itu “normal”.

  • Nggak ikut gaya hidup hedon atau flexing yang bisa bawa ke riya’.

Kalau Antum kuat sabar di titik ini, maka Allah siapkan derajat yang sangat tinggi.

3️⃣ Sabar saat Diuji Musibah (صَبْرٌ عَلَى الْبَلَاءِ)

Ini yang paling banyak dikenal:

  • Kehilangan orang yang dicintai…

  • Kena PHK, dompet tipis, bisnis bangkrut…

  • Disakiti, difitnah, diabaikan orang…

Tapi sabar bukan berarti nahan tangis atau jadi robot tanpa emosi, ya.
Boleh banget nangis. Boleh sedih. Tapi tetap yakin bahwa semuanya dari Allah dan pasti ada hikmahnya.


Kaidah Cerita: Kisah Rasulullah SAW dan Pengemis Buta

Antum pernah dengar kisah tentang Rasulullah SAW dan seorang pengemis buta Yahudi di Madinah? Ini bukan sekadar cerita biasa, tapi potret nyata tentang bagaimana akhlak, sabar, dan kasih sayang bisa menembus hati yang keras sekalipun.

Di sudut pasar Madinah, ada seorang pengemis tua yang buta. Ia berasal dari kalangan Yahudi dan dikenal sering berbicara buruk tentang Nabi Muhammad SAW. Setiap orang yang mendekatinya akan ia peringatkan, “Jangan dekati Muhammad. Dia orang gila, pembohong, tukang sihir. Kalian bisa terpengaruh olehnya.” Kalimat-kalimat kasar itu ia ulang-ulang hampir setiap hari. Tapi yang luar biasa adalah… Rasulullah SAW tidak pernah membalas cercaan itu.

Justru, setiap pagi, Rasulullah datang sendiri ke tempat pengemis itu. Beliau membawa makanan, duduk di sampingnya, dan dengan lembut menyuapinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun mengenai siapa beliau sebenarnya. Bahkan, sebelum menyuapi, Rasulullah selalu menghaluskan makanan itu terlebih dahulu agar mudah ditelan oleh si pengemis. Ini beliau lakukan tanpa pernah mengungkapkan identitasnya, apalagi membela diri dari fitnah-fitnah yang dilontarkan oleh orang itu.

Setelah Rasulullah SAW wafat, kebiasaan ini pun berhenti. Suatu ketika, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA bertanya kepada Aisyah RA, istri Rasulullah, mengenai amalan-amalan sunnah yang biasa dilakukan Nabi dan mungkin belum sempat ia ikuti. Aisyah kemudian menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah menyuapi seorang pengemis buta di pasar setiap pagi.

Mendengar itu, Abu Bakar pun segera pergi untuk melanjutkan kebiasaan mulia tersebut. Ia membawa makanan dan mencoba menyuapi si pengemis. Namun, pengemis itu langsung bereaksi, “Siapa kamu? Kamu bukan orang yang biasa mendatangiku. Tanganmu berbeda. Orang itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu sebelum menyuapiku.”

Abu Bakar terdiam sejenak, menahan air mata, lalu berkata dengan lirih, “Aku memang bukan orang itu. Dia adalah Muhammad, Rasulullah SAW. Beliau telah wafat.”

Mendengar penjelasan itu, pengemis buta itu terdiam... Lalu menangis tersedu-sedu. Ia berkata, “Selama ini aku selalu menghina dan memfitnahnya. Tapi dia tidak pernah memarahiku. Dia hanya datang... menyuapiku... dan pergi. Dia begitu mulia.”

Di saat itulah, di hadapan Abu Bakar RA, pengemis itu akhirnya mengucapkan syahadat dan memeluk Islam. Hatinya luluh bukan karena debat atau argumen… tapi karena keteladanan, kesabaran, dan akhlak Rasulullah SAW yang luar biasa.

Kisah ini bukan sekadar kisah. Ini adalah pelajaran hidup. Tentang bagaimana dakwah yang paling dalam bukan selalu dari lisan… tapi dari hati yang bersih dan tindakan yang penuh kasih sayang. Rasulullah mengajarkan bahwa kesabaran yang sejati adalah sabar yang tetap berlaku baik, bahkan kepada orang yang menyakitimu. Dan lihatlah... bahkan hidayah bisa datang dari cinta yang tak terlihat oleh dunia.


Jadi, sabar itu bukan lemah. Sabar itu power-nya orang beriman.

Dan pahala sabar… MasyaaAllah… bukan sembarangan. Allah bilang, tanpa batas.

Kalau Antum lagi diuji, capek, disakiti, atau ngerasa semua berat…
Ingat satu hal ini:

"Sabar itu nggak akan sia-sia. Allah catat semuanya, sampai tetes air mata yang nggak kelihatan sekalipun."

Terakhir, Rasulullah SAW bersabda:

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
Wa mā u‘ṭiya aḥadun ‘aṭā’an khairan wa aws‘a min aṣ-ṣabr
Artinya: "Tidak ada suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran."
(HR. Bukhari No. 1376 & Muslim No. 1745)


Jadi yuk, Antum pegang erat-erat sabar itu. Jangan lepaskan. Karena bisa jadi… sabar itulah yang nyelametin kita di akhirat nanti.

(Rakasiwa)