Mimika, mimikamuslim.com – Himpunan Majelis Taklim (HIMTAK)
Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mimika secara rutin menggelar pengajian
gabungan setiap dua bulan sekali sebagai upaya mempererat silaturahmi serta
meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggotanya.
Ketua HIMTAK BKMT Mimika menjelaskan
bahwa pelaksanaan pengajian gabungan dilakukan secara bergilir di setiap
majelis taklim. Penentuan tuan rumah dilakukan melalui sistem undian.
“Setiap dua bulan sekali kami
mengadakan pengajian gabungan. Kami undi majelis taklim yang menjadi tuan
rumah. Apabila rumah tidak memadai, kami sudah menyiapkan sekretariat sebagai
tempat pelaksanaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain pengajian
gabungan, masing-masing majelis taklim juga tetap melaksanakan pengajian
rutin secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk saling
berbagi kebaikan dan menimba ilmu agama.
“Harapannya, kita semua bisa saling
bergandengan tangan melalui organisasi ini sebagai wadah menimba ilmu. Tausiah
tentu menambah wawasan dan pengetahuan, baik bagi pengurus maupun majelis
taklim lainnya, sehingga kita dapat bersama-sama meningkatkan pahala dan
ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Saat ini, tercatat sekitar 26
majelis taklim yang tergabung, terdiri dari 24 majelis taklim berbasis
kerukunan dan dua majelis taklim berbasis komunitas. Majelis taklim
berbasis kerukunan berada di bawah naungan HIMTAK BKMT, sementara BKMT menjadi induk
organisasi secara keseluruhan.
“Salah satu tugas kita adalah menjaga
cinta damai. Bagaimana kita tetap menjaga keharmonisan di komunitas
masing-masing agar tercipta kedamaian bersama, apalagi Mimika baru saja
mendapatkan predikat Harmony Award,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Masjid
Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus
memperluas semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi demi menjaga
kedamaian di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, kegiatan pengajian dan
pembinaan umat harus semakin berkembang, mampu merangkul semua
kalangan, serta menjunjung tinggi nilai persamaan dan kekeluargaan.
“Saya berharap ke depan kegiatan
pengajian semakin luas, semakin merangkul, dan mampu memberikan yang terbaik
bagi Kabupaten Mimika. Semua dilakukan dengan penuh persamaan, rasa
kekeluargaan, dan dedikasi yang tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Mimika adalah
rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat tanpa memandang
latar belakang. Semangat kebersamaan ini menjadi cerminan jati diri masyarakat
Mimika yang cinta damai.
“Mimika adalah rumah kita. Di sinilah
kita menghidupkan jati diri kita sebenarnya, bahwa kita adalah anak-anak Mimika
yang bangga dan cinta kedamaian,” tegasnya.
Menjelang memasuki bulan suci
Ramadan, ia juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh umat beragama. Ia
mengajak umat Kristiani dan umat Muslim untuk saling menjaga, menghormati,
dan mengasihi demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten
Mimika.
“Kepada saudara-saudara umat
Kristiani, sekitar 10 hari lagi umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadan.
Mari kita saling menjaga dan saling mengasihi agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan di Kabupaten Mimika,” katanya.
Selain itu, umat Muslim juga
diingatkan agar memanfaatkan bulan Ramadan dengan kegiatan yang positif
serta menghindari perbuatan yang tidak perlu.
“Saya juga berpesan kepada umat
Muslim, saat menjalankan ibadah Ramadan nanti, agar menjaga sikap dan tidak
melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan,” pungkasnya.
Sumber: antarpapua.com










