Kamis, 19 Februari 2026 / 2 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:56 06:24 12:10 15:22 18:16 19:26
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:56
Duha 06:24
Zuhur 12:10
Ashar 15:22
Magrib 18:16
Isya 19:26
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Makna “50 Ayat” yang Dibaca Nabi Muhammad SAW di Akhir Waktu Sahur

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Menjelang waktu sahur di bulan Ramadhan, umat Islam sering mendengar istilah bahwa jarak antara sahur dan Subuh pada masa Nabi Muhammad SAW adalah “seukuran membaca 50 ayat”. Ungkapan ini kerap dipahami secara tekstual, padahal memiliki makna yang lebih dalam dalam konteks fiqih dan sunnah Nabi.

Makna “50 ayat” yang dibaca Nabi Muhammad SAW di akhir waktu sahur adalah sebuah metafora durasi waktu atau jarak antara selesainya makan sahur dengan dimulainya shalat Subuh. Hal ini menunjukkan adanya anjuran untuk mengakhirkan sahur, mendekati waktu fajar.

Hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit menyebutkan:


تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسُّحُورِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Artinya: “Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Saya bertanya: ‘Berapa perkiraan waktu antara adzan (masuk waktu Subuh) dengan makan sahur?’ Ia menjawab: ‘Sekiranya dapat dipakai membaca 50 ayat.’” (HR. Al-Bukhari)


Makna dan Penjelasan Hadis

A. Jarak Waktu Terakhir

Rasulullah SAW dan Zaid bin Tsabit melakukan sahur, dan jarak antara selesainya sahur dengan shalat Subuh adalah seukuran bacaan 50 ayat. Ini menunjukkan bahwa sahur dilakukan di waktu yang sangat dekat dengan terbitnya fajar.

B. Perkiraan Durasi Waktu

Para ulama memperkirakan durasi bacaan 50 ayat (tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek) setara dengan sekitar 10–15 menit.

C. Waktu Utama Sahur

Hadis ini menunjukkan bahwa waktu sahur yang paling utama adalah di akhir waktu (mendekati fajar shadiq), bukan di tengah malam.

Bukan Imsak, Tetapi Adzan Subuh

Dalam hadis tersebut, jarak “50 ayat” dihitung dari selesainya makan sahur hingga azan Subuh, bukan waktu imsak sebagaimana yang umum diterapkan di Indonesia. Meski demikian, waktu imsak tetap dapat dijadikan sebagai bentuk kehati-hatian.


Inti Maknanya

Membaca “50 ayat” bukan berarti seseorang harus benar-benar membaca 50 ayat saat sahur. Ungkapan tersebut memberikan gambaran bahwa Nabi Muhammad SAW makan sahur sesaat sebelum fajar, dengan jeda waktu yang cukup untuk bersiap melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an, atau beristighfar sebelum masuk waktu Subuh.

Dengan memahami makna ini secara utuh, umat Islam diharapkan dapat mengamalkan sunnah sahur dengan lebih tepat, bijak, dan penuh keberkahan di bulan suci Ramadhan.