Kamis, 19 Maret 2026 / 29 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:32 04:42 05:54 06:21 12:04 15:10 18:07 19:15
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Syuruq 05:54
Duha 06:21
Zuhur 12:04
Ashar 15:10
Magrib 18:07
Isya 19:15
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Kajian Subuh di Masjid Baitul Maghfiroh Tekankan Transformasi Lisan dan Amal Nyata

TIMIKA, PAPUA TENGAH – Menjelang penghujung Ramadan 1447 H, Masjid Baitul Maghfiroh Trans Baru SP3, Timika, menggelar Kajian Subuh Khidmat yang diisi oleh Ustadz Rahmat Sadeli. Kajian ini berfokus pada penguatan karakter umat melalui tadabur Surah An-Nisa ayat 114, dengan penekanan bahwa keberhasilan puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mentransformasikan lisan dan hati dalam amal nyata di masyarakat.

Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa kriteria “pembicaraan yang mendatangkan kebaikan” dalam Al-Qur’an harus tercermin dalam profesi dan pengabdian sehari-hari, khususnya di wilayah Timika yang majemuk.

Implementasi Nyata dalam Profesi dan Pengabdian

Kajian ini mengulas tiga pilar kebaikan dalam Surah An-Nisa ayat 114 yang dikaitkan dengan realitas pekerjaan saat ini:

1. Amil Zakat / Panitia Zakat
Sebagai representasi perintah “menyuruh memberi sedekah”, para amil di Masjid Baitul Maghfiroh dan lembaga zakat di Mimika bekerja melalui koordinasi yang tertutup bukan untuk pamer, melainkan demi memastikan hak kaum dhuafa tersalurkan secara tepat sasaran dan bermartabat menjelang Idul Fitri.

2. Mubaligh dan Da’i
Mewakili seruan “berbuat ma’ruf”, para pendakwah di Papua Tengah dituntut tidak hanya piawai dalam berdakwah, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter umat serta menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama.

3. Penegak Hukum dan Pemerintah
Sebagai wujud “ishlah” (mendamaikan manusia), aparat keamanan dan pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas, menghadirkan kebijakan yang adil, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Rahmat Sadeli juga mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai madrasah kehidupan, yang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan hati dari perbuatan sia-sia. Diharapkan, setiap individu mampu memperbanyak perkataan dan tindakan yang membawa kebaikan sebagaimana nilai yang terkandung dalam ayat tersebut.

Kajian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kedamaian di Tanah Papua. Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan kembali kepada fitrah dengan lisan yang terjaga serta kepedulian sosial yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Masjid Baitul Maghfiroh Trans Baru SP3
Masjid Baitul Maghfiroh merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial di kawasan Trans Baru SP3, Distrik Kuala Kencana, Timika. Masjid ini aktif menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an, majelis taklim, serta berbagai kegiatan sosial dan dakwah di tengah masyarakat.