Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI Kabupaten Mimika
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa
bagi umat Islam karena memiliki keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.
Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa tanda atau ciri-ciri Lailatul
Qadar yang dapat dikenali berdasarkan hadis Rasulullah SAW.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan
bahwa malam tersebut memiliki suasana yang tenang, sejuk, dan penuh
kedamaian. Udara terasa nyaman, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu
dingin. Langit biasanya tampak cerah tanpa awan tebal, serta tidak disertai
angin kencang.
Pada pagi harinya, matahari terbit
dengan sinar yang lembut dan tidak menyilaukan, bahkan sering
digambarkan berwarna kemerahan dan teduh. Suasana malam itu juga memberikan
ketenangan bagi orang-orang yang beriman sehingga mereka merasakan kekhusyukan
yang lebih dalam saat beribadah.
Berikut beberapa ciri-ciri malam
Lailatul Qadar berdasarkan hadis dan penjelasan para ulama:
1. Waktu Kejadian
Malam Lailatul Qadar seringkali terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh
malam terakhir bulan Ramadan.
2. Suasana Malam
Malam terasa tenang, hening, dan sejuk, tidak terlalu panas dan tidak
terlalu dingin. Langit tampak cerah dan suasana terasa damai.
3. Kondisi Angin
Angin berhembus dengan lembut dan tidak disertai badai atau angin kencang.
4. Kondisi Pagi Hari
Matahari terbit dengan sinar yang redup dan teduh, tidak menyilaukan,
serta tampak kemerahan.
5. Perasaan Orang Beriman
Orang-orang yang beriman merasakan ketenangan hati, kedamaian, serta
kenikmatan dalam beribadah pada malam tersebut.
Meskipun terdapat beberapa ciri fisik
yang disebutkan dalam hadis dan penjelasan para ulama, hal yang paling utama
bagi umat Islam adalah memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa pada sepuluh
malam terakhir bulan Ramadan, karena pada malam-malam itulah peluang besar
untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.













