Jumat, 17 Juli 2026 / 2 Safar 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:32 04:42 05:59 06:28 12:02 15:24 17:58 19:11
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Syuruq 05:59
Duha 06:28
Zuhur 12:02
Ashar 15:24
Magrib 17:58
Isya 19:11
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

ZULQARNAIN DALAM SURAH AL-KAHFI

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Dalam Surah Al-Kahfi, Zulkarnain (atau Dzulqarnain) adalah sosok raja yang saleh, adil, dan sangat berkuasa. Namanya secara harfiah berarti "pemilik dua tanduk". Meskipun Al-Qur'an tidak menyebutkan identitas aslinya secara spesifik, beliau ditafsirkan sebagai seorang pemimpin yang diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk menjelajahi berbagai penjuru bumi guna menegakkan keadilan dan menyebarkan ajaran tauhid.

Ulama dan para sejarawan memiliki beberapa pandangan populer mengenai siapa sebenarnya tokoh Zulkarnain, di antaranya:

  1. Koresy Agung (Cyrus the Great)

Banyak mufasir modern dan sejarawan, seperti Abul Kalam Azad, mengidentifikasikan Zulkarnain sebagai Koresy Agung, Raja Kekaisaran Persia. Ia dikenal sebagai pemimpin yang adil, toleran, serta pernah membantu bangsa Yahudi kembali ke Palestina.

  1. Alexander Agung (Iskandar Zulkarnain)

Sebagian ulama klasik mengaitkan Zulkarnain dengan Alexander Agung dari Makedonia, seorang penakluk besar yang wilayah kekuasaannya membentang dari Yunani hingga Asia.

  1. Raja dari Yaman

Pendapat lain menyebutkan bahwa Zulkarnain adalah salah satu raja Himyar dari Yaman kuno, seperti Ash-Shab bin Dzi Maratsid.

Kisah Utama dalam Al-Qur'an

(Surah Al-Kahfi ayat 83–98)

Atas karunia Allah SWT, Zulkarnain melakukan tiga perjalanan besar, yaitu:

1. Ke Arah Barat

Beliau mencapai tempat di mana matahari tampak terbenam pada sebuah perairan yang berlumpur hitam, kemudian bertemu dengan suatu kaum.

2. Ke Arah Timur

Beliau melanjutkan perjalanan menuju wilayah tempat matahari terbit dan mendapati suatu kaum yang tidak memiliki pelindung maupun bangunan untuk berlindung dari panas matahari.

3. Ke Arah Utara (Pembangunan Benteng)

Beliau tiba di antara dua pegunungan dan bertemu dengan suatu kaum yang mengeluhkan gangguan Ya'juj dan Ma'juj. Atas izin Allah SWT, Zulkarnain membangun sebuah dinding penghalang yang sangat kokoh dari besi dan tembaga yang dilelehkan untuk menghalangi mereka.

Kisah Zulkarnain diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai teladan bahwa seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan besar tidak menjadi sombong atas kekuatannya. Sebaliknya, ia senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, taat kepada-Nya, menegakkan keadilan, serta selalu menolong kaum yang lemah.