Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Cermah Ramadhan: 8 Hal yang Kadang Kita Lalai di Bulan Ramadhan

FOTO: Ust. Absir Budi Hamzah, SE


1. Makan sahur.

Sahur bukan hanya masalah rutinitas yang biasa kita lakukan sebelum berpuasa. Sahur juga bukan masalah apakah kita tahan atau tidak tahan berpuasa tidak makan dan minum seharian. Sahur adalah sunnah yang Rosulullah contohkan kepada kita sebelum berpuasa. karena didalam sahur ada banyak keberkahan yang akan terlimpahkan kepada siapapun yang mengerjakannya.

Rosulullah SAW bersabda,

“Bersahurlah karena pada sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhori Muslim)

2. Mengakhirkan sahur

Banyak pendapat berkaitan dengan kapan waktu terbaik untuk bersahur. tentunya waktu sahur yang terbaik adalah yang tidak tergesa-gesa tetapi juga tidak terlalu jauh dengan waktu terbitnya fajar subuh. Zaid bin Tsabit RA berkata, “Kami sahur bersama Rosullulah SAW, kemudian beliau bangkit untuk untuk mengerjakan sholat. Aku bertanya, “Berapa jarak waktu antara adzan dan sahur?” Beliau menjawab, “Kira-kira bacaan lima puluhan ayat.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Dalam sebuah hadits, Rosulullah juga bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian mendengar seruan adzan, sementara gelas masih ditangannya, janganlah dia meletakannya hingga menyelsaikan keperluannya.” (HR. Abu Dawud dan al-Hakim)

3. Menyegerakan berbuka.

Buka puasa adalah salah satu nikmat yang Allah janjikan untuk orang yang berpuasa. selain pahala yang tidak terhitung dan bertemu dengan Allah di ahirat kelak. sunnah Rosulullah SAW dalam berbuka puasa adalah menyegerakan membatalkan puasa tersebut. saat waktu magrib tiba, Rosulullah segera berbuka dan tidak mengakhirkannya.

Rosulullah SAW bersabda,

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)

4. Awali berbuka dengan kurma

Bermacam-macam hidangan makanan dan minuman yang kita sediakan untuk berbuka, jangan lupa untuk memulai buka puasa dengan kurma. Rosulullah SAW berbuka dengan beberapa butir ruthah (kurma muda) sebelum sholat. Jika tidak ada ruthah, beliau berbuka dengan kurma matang. Jika tidak ada juga, beliau meneguk beberapa teguk air. (HR. Abu Dawud dan Turmidzi)

5. Berdoa saat berbuka

Jika Rosulullah SAW berbuka, beliau membaca Basmalah kemudian membaca doa :

“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeqi dari-Mu aku berbuka”.

Setelah selesai berbuka, diteruskan dengan doa yang biasa Rosulullah baca :

“Dahaga telah hilang dan tenggorokan telah basah, dan pahala telah ditetapkan Insya Allah.” (HR. Abu Dawud)

6. Memperbanyak sedekah dan membaca / mempelajari al-Qur’an

Bersedakah dan mempelajari al-Qur’an termasuk didalamnya membacanya adalah ibadah utama selain berpuasa di bulan Romdhon ini yang Rosulullah contohkan kepada umatnya. Rosulullah bersabda,

“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa.” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Ibnu Abbas RA menceritakan Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi di bulan Romadhon. Ketika malaikat Jibril menemuinya, biasanya dia datang menemuinya pada setiap malam di bulan Romadhon sampai berakhirnya. Nabi Muhammad SAW membacakan al-Qur’an kepadanya. (HR. Bukhori Muslim)

7. Menjalankan sholat Tarawih (Qiyamullail)

Dalam hadits, istilah untuk sholat tarawih adalah Qiyam Ramadhon, sedangkan kata tarawih tampaknya baru digunakan kemudian sejak khalifah Umar bin Khatab RA. Rosulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang ber-Qiyam Romadhon semata-mata karena keimanan dan keikhlasan karena Allah, maka diampuni dosa-dosa sebelum itu.” (HR. Bukhori Muslim).

Allah SWT berfirman dalam surat al-Isro ayat 79 :

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai tambahan ibadah bagimu. semoga Allah mengangkatmu ketempat yang terpuji.”

Rosulullah bersabda,

“Dirikanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang sholah sebelum kalian dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan dan pencegah segala penyakit dari tubuh.” (HR. Tirmidzi)

8. Menjauhkan diri perkataan maupun perbuatan yang dapat menghapuskan pahala puasa.

Tujuan dari berpuasa adalah ibadah menedekatkan diri kepada Allah SWT, karena itu sangat tidak pantas ditengah-tengah kita berpuasa malah melakukan perbuatan maksiat dan atau perkataan keji, baik yang nampak atau tersembunyi seperti berdusta, ghibah, fitnah, berkata kasar, bertengkar, dan perbuatan-perbuatan diharamkan lainnya.

Rosulullah bersabda,

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan keji, maka Allah SWT tidak butuh dengan puasa orang yang sekedar meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhori, Abu Dawud dan Tirmidzi).Itulah kalimat yang sering Rosulullah SAW ucapkan bila datng bulan Romdhon. Para sahabat bertanya, “Siapakah orang yang menyucikan itu, wahai Rosulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menyucikan itu adalah bulan Romadhon, dia menyucikan kita dari dosa dan maksiat.” (infokommuimimika)