Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Malam Lailatul Qadar: Keutamaan dan Amalan di Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

mimikamuslim.com - Antum semua tentu pernah mendengar tentang Malam Lailatul Qadar, bukan? Malam yang penuh keberkahan, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam di mana doa diijabah, dosa diampuni, dan para malaikat turun membawa rahmat Allah. Tapi, sudahkah kita memahami betul bagaimana keagungan malam ini? Ataukah kita hanya sekadar tahu tanpa benar-benar bersungguh-sungguh mencarinya?


Malam tersebut bukanlah malam biasa, bukan sekadar malam yang disebut-sebut dalam bulan Ramadhan, tetapi malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jika kita mau hitung, seribu bulan itu setara dengan 83 tahun lebih, artinya ibadah yang dilakukan di malam ini lebih utama daripada ibadah selama seumur hidup!

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
"Lailatul Qadri khairum min alfi syahr"
Artinya: Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. (QS. Al-Qadr: 3)

Lantas, mengapa malam ini begitu istimewa? Karena pada malam inilah Allah menurunkan Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi petunjuk bagi kita semua. Malam ini juga dipenuhi rahmat, keberkahan, dan pengampunan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Man qāma lailatal-qadri īmānan waḥtisāban, ghufira lahu mā taqaddama min dhanbih"
Artinya: "Barang siapa yang melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari No. 1901, Muslim No. 760)


Kisah Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat di Malam Lailatul Qadar

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat beriktikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Beliau beribadah dengan penuh khusyuk, menanti turunnya Lailatul Qadar.

Pada malam ke-27, terjadi sebuah kejadian yang berkesan. Langit saat itu mendung, angin berhembus sejuk, dan suasana terasa damai. Namun, tiba-tiba hujan turun dengan deras, membasahi tanah dan membuat masjid yang belum beratap itu tergenang air.

Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah ﷺ tetap melanjutkan sujudnya. Wajah beliau bersimpuh di atas tanah yang basah, menunjukkan betapa besar kerendahan hati dan kecintaan beliau kepada Allah. Para sahabat yang melihat kejadian itu pun tetap bertahan dalam ibadah, tidak ada yang beranjak meskipun tubuh mereka basah kuyup.

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa Lailatul Qadar bukan sekadar menunggu keajaiban, tetapi harus dicari dengan kesungguhan ibadah. Rasulullah ﷺ telah memberi teladan bahwa untuk mendapatkan malam penuh berkah ini, kita harus siap berkorban, merendahkan diri, dan memperbanyak amal shalih.


Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Sebagian ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki beberapa tanda khusus, di antaranya:

Udara dan angin terasa sejuk serta menenangkan.
Langit tampak bersih, tidak berawan, dan tidak ada hujan deras.
Matahari keesokan harinya terbit dengan cahaya yang lembut, tidak menyilaukan.
Malam itu terasa damai, hati menjadi lebih tenang, dan penuh ketenteraman.

Namun, yang lebih penting daripada mencari tanda-tanda adalah memanfaatkan setiap malam ganjil di sepuluh malam terakhir dengan ibadah sebanyak mungkin. Karena bisa jadi Lailatul Qadar datang tanpa kita sadari.

Amalan yang Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar

💠 Sholat Malam (Qiyamul Lail) – Dirikan sholat tahajud, witir, dan sholat lainnya dengan penuh kekhusyukan.

💠 Memperbanyak Doa – Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus yang sangat dianjurkan dibaca:

"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku.

💠 Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an – Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an, maka sebaik-baiknya amalan adalah membaca dan memahami maknanya.

💠 Perbanyak Istighfar dan Taubat – Ini adalah malam di mana Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya.

💠 Bersedekah dan Berbuat Kebaikan – Jika ingin mendapatkan keberkahan, maka ringankan tangan untuk membantu sesama.


Antum semua, hidup ini sementara, tapi kesempatan ini abadi. Jangan sampai kita menjadi penonton, sementara orang lain berlomba mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang Allah rahasiakan agar kita bersungguh-sungguh mencarinya, bukan hanya menunggunya datang.

Bersungguh-sungguhlah, karena mungkin ini adalah Ramadhan terakhir kita. Jangan menunggu hidayah datang, tetapi jemputlah dengan usaha dan doa.

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Aamiin. 🤲

(Raka)