mimikamuslim.com - Zaman sekarang ini, banyak orang ngejar ketenangan lewat healing, traveling, bahkan self-care yang menguras dompet. Tapi, ada satu cara yang udah Allah sediakan buat bikin hati antum tenang, bahagia, dan penuh keberkahan—tanpa keluar biaya, tanpa capek: yaitu zikir.
Zikir itu bukan cuma sekadar menyebut nama Allah, tapi juga bentuk cinta, penghambaan, dan kunci kebahagiaan sejati. Di tengah padatnya aktivitas harian antum—dari scrolling media sosial sampai kerja dan kuliah—jangan sampai zikir hilang dari lidah dan hati.
Antum tahu nggak, dalam Islam ada satu amalan yang ringan banget di lisan, tapi pahalanya berat banget di sisi Allah. Amalan itu adalah zikir, yaitu menyebut dan mengingat Allah dalam segala keadaan.
Allah Ta’ala sendiri berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikran kaṡīrā
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Zikir itu bukan cuma untuk orang tua atau yang udah sepuh. Justru kita yang muda-muda ini, yang tiap hari diserang distraksi dan overthinking, paling butuh zikir. Karena zikir itu kayak charger buat ruh kita, bikin hati stabil, bikin jiwa tenang.
Nabi SAW juga bersabda:
سَبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subḥānallāhi wa biḥamdih
Artinya: “Barang siapa mengucapkan ‘Subḥānallāh wa biḥamdih’ seratus kali dalam sehari, maka dihapuskan dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan.”
(HR. Bukhari no. 6405 dan Muslim no. 2691)
Subhanallah! Lihat betapa sayangnya Allah sama kita. Cuma 10 detik ngucap itu, tapi bisa hapus dosa-dosa antum yang selama ini numpuk. Masya Allah... 💭
📖 Kisah Zaman Nabi: Saat Rasul Temukan Dua Majelis di Masjid
Suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid dan melihat dua kelompok. Yang satu berzikir dan memohon kepada Allah, yang satu lagi belajar ilmu agama. Nabi memuji kedua majelis itu. Tapi beliau berkata:
"Keduanya baik, tapi yang satu lebih utama."
Lalu beliau duduk bersama majelis ilmu.
Kenapa? Karena zikir dan ilmu itu dua sayap ibadah. Zikir bikin hati hidup. Ilmu bikin kita nggak salah arah. Dan yang keren, keduanya bisa antum gabungin. Lagi belajar? Bismillah. Lagi jalan? Subhanallah. Lagi galau? Astaghfirullah. Lagi bahagia? Alhamdulillah. Simple, tapi powerful.
🔖 Pesan Penutup & Kaidah Hikmah
Antum harus tahu satu kaidah penting:
“Siapa yang hatinya sibuk dengan Allah, maka Allah akan cukupkan segala urusannya.”
(Ibnu Qayyim al-Jauziyah)
Jadi jangan remehkan zikir, ya. Karena di saat antum merasa kosong, nggak punya arah, atau lagi drop iman—cobalah untuk berzikir. Nggak harus ribet. Cukup dengan,
Subhanallah. Alhamdulillah. Laa ilaha illallah. Allahu Akbar.
...udah bikin langit dan bumi ikut bersaksi atas kebaikanmu. 🌌
Zikir bukan cuma ritual, tapi lifestyle seorang Muslim. Di era serba cepat ini, antum butuh ‘rem’ yang bisa narik hati kembali ke Allah. Dan rem itu adalah zikir.
Semoga antum jadi pribadi yang lisannya basah dengan menyebut nama Allah, dan hatinya selalu tersambung dengan-Nya. Karena orang yang paling kuat imannya, bukan yang banyak bicara—tapi yang banyak mengingat Allah.
Wallahu a’lam bish-shawab.
(Rakasiwa)