TIMIKA, PAPUA (Ramadhan 1447 H) – Suasana khidmat menyelimuti Mushola Al-Jihad,
Komplek Kogabwilhan III, pada malam ketiga bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara
rutin shalat Tarawih berjamaah kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran
langsung Pangkogabwilhan
III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, bersama para pejabat utama
dan prajurit di lingkungan Kogabwilhan III.
Dalam kesempatan tersebut, hadir
sebagai penceramah Ust. Rahmat Sadeli, S.Pd, yang menyampaikan tausiyah
mendalam mengenai korelasi spiritual antara Surah Al-Baqarah ayat 186
dengan momentum kemenangan historis umat Islam dalam Perang Badar Al-Kubra.
Kekuatan
Doa: Senjata Pamungkas di Medan Laga
Dalam ceramahnya, Ust. Rahmat
Sadeli, S.Pd mengupas janji Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat
186:
“Sesungguhnya
Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa...”
Ia menekankan bahwa kedekatan
spiritual kepada Sang Pencipta adalah kunci utama saat menghadapi situasi yang
secara logika manusia sulit untuk dimenangkan.
"Peristiwa
Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan adalah bukti nyata. Dengan hanya 313
personil dan peralatan terbatas, kaum Muslimin mampu menaklukkan 1.000 pasukan
Quraisy yang bersenjata lengkap. Ini bukan sekadar strategi militer, tapi ada
intervensi langit melalui kekuatan doa yang sungguh-sungguh sebagaimana
dijanjikan dalam ayat 186 tersebut," ujar Ust. Rahmat Sadeli.
Pesan Strategis bagi Prajurit
Kehadiran Letjen TNI
Bambang Trisnohadi beserta jajaran menunjukkan komitmen
pimpinan dalam memperkuat mentalitas juang prajurit melalui pendekatan
spiritual. Ust. Rahmat menambahkan bahwa bagi seorang prajurit, puasa bukanlah
penghalang produktivitas, melainkan sarana melatih disiplin dan ketergantungan
mutlak kepada Tuhan.
"Kemenangan
Badar mengajarkan kita bahwa kualitas iman dan ketaatan kepada pimpinan serta perintah
Allah (falyastajibu li) jauh lebih menentukan dibanding sekadar jumlah
kuantitas. Ini adalah pesan penting bagi seluruh prajurit Kogabwilhan III dalam
menjalankan tugas pengabdian di medan tugas yang penuh tantangan," lanjutnya.
Refleksi Keamanan dan Keselamatan Bangsa
Acara yang berlangsung dengan
penuh antusiasme ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Rahmat
Sadeli, memohon keselamatan bagi seluruh personil TNI yang
bertugas di wilayah Papua serta kedamaian bagi bangsa Indonesia di tahun 1447
Hijriah ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat
mempertebal keyakinan para prajurit bahwa di balik setiap kesulitan tugas,
Allah senantiasa dekat dan siap memberikan pertolongan bagi hamba-Nya yang
bertakwa.













