Sabtu, 21 Februari 2026 / 3 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:56 06:23 12:10 15:20 18:16 19:26
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:56
Duha 06:23
Zuhur 12:10
Ashar 15:20
Magrib 18:16
Isya 19:26
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Pangkogabwilhan III Hadiri Shalat Tarawih di Mushola Al-Jihad: Ust. Rahmat Sadeli Kupas Rahasia Kemenangan Badar dalam Surah Al-Baqarah 186

TIMIKA, PAPUA (Ramadhan 1447 H) – Suasana khidmat menyelimuti Mushola Al-Jihad, Komplek Kogabwilhan III, pada malam ketiga bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara rutin shalat Tarawih berjamaah kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran langsung Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, bersama para pejabat utama dan prajurit di lingkungan Kogabwilhan III.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai penceramah Ust. Rahmat Sadeli, S.Pd, yang menyampaikan tausiyah mendalam mengenai korelasi spiritual antara Surah Al-Baqarah ayat 186 dengan momentum kemenangan historis umat Islam dalam Perang Badar Al-Kubra.


Kekuatan Doa: Senjata Pamungkas di Medan Laga

Dalam ceramahnya, Ust. Rahmat Sadeli, S.Pd mengupas janji Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 186:

“Sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa...”

Ia menekankan bahwa kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta adalah kunci utama saat menghadapi situasi yang secara logika manusia sulit untuk dimenangkan.

"Peristiwa Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan adalah bukti nyata. Dengan hanya 313 personil dan peralatan terbatas, kaum Muslimin mampu menaklukkan 1.000 pasukan Quraisy yang bersenjata lengkap. Ini bukan sekadar strategi militer, tapi ada intervensi langit melalui kekuatan doa yang sungguh-sungguh sebagaimana dijanjikan dalam ayat 186 tersebut," ujar Ust. Rahmat Sadeli.


Pesan Strategis bagi Prajurit

Kehadiran Letjen TNI Bambang Trisnohadi beserta jajaran menunjukkan komitmen pimpinan dalam memperkuat mentalitas juang prajurit melalui pendekatan spiritual. Ust. Rahmat menambahkan bahwa bagi seorang prajurit, puasa bukanlah penghalang produktivitas, melainkan sarana melatih disiplin dan ketergantungan mutlak kepada Tuhan.

"Kemenangan Badar mengajarkan kita bahwa kualitas iman dan ketaatan kepada pimpinan serta perintah Allah (falyastajibu li) jauh lebih menentukan dibanding sekadar jumlah kuantitas. Ini adalah pesan penting bagi seluruh prajurit Kogabwilhan III dalam menjalankan tugas pengabdian di medan tugas yang penuh tantangan," lanjutnya.


Refleksi Keamanan dan Keselamatan Bangsa

Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Rahmat Sadeli, memohon keselamatan bagi seluruh personil TNI yang bertugas di wilayah Papua serta kedamaian bagi bangsa Indonesia di tahun 1447 Hijriah ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempertebal keyakinan para prajurit bahwa di balik setiap kesulitan tugas, Allah senantiasa dekat dan siap memberikan pertolongan bagi hamba-Nya yang bertakwa.