Sabtu, 21 Februari 2026 / 3 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:56 06:23 12:10 15:20 18:16 19:26
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:56
Duha 06:23
Zuhur 12:10
Ashar 15:20
Magrib 18:16
Isya 19:26
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Jika Makmum Tidak Sempat Menyelesaikan Al-Fatihah dalam Shalat Tarawih

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Dalam pelaksanaan shalat Tarawih, tidak jarang makmum merasa tertinggal bacaan Al-Fatihah karena imam membaca dengan tempo yang cepat. Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah shalat makmum tetap sah jika belum selesai membaca Al-Fatihah ketika imam sudah rukuk?

Secara umum, pendapat para imam mazhab membolehkan makmum langsung mengikuti gerakan imam apabila tidak sempat menyelesaikan Al-Fatihah, dan shalatnya tetap dianggap sah, terutama jika tertinggal karena uzur. Makmum tetap wajib berusaha menyempurnakan bacaan Al-Fatihah selama masih memungkinkan, namun apabila imam sudah rukuk, maka makmum wajib segera mengikuti rukuk.

Berikut rincian pendapat berdasarkan mazhab:


A. Mazhab Syafi’i

Dalam mazhab Syafi’i, membaca Al-Fatihah adalah rukun bagi makmum. Jika imam bergerak terlalu cepat, makmum diperbolehkan tertinggal hingga tiga rukun panjang (seperti rukuk, sujud, dan sujud) untuk menyelesaikan bacaan Al-Fatihah.

Namun, jika makmum telah berusaha menyelesaikan bacaan dan imam sudah rukuk, maka makmum mengikuti rukuk dan sisa bacaan Al-Fatihah yang belum selesai dimaafkan.


B. Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali

Dalam pandangan mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali, secara umum bacaan imam sudah mencukupi bagi makmum. Makmum tidak diwajibkan membaca Al-Fatihah secara mandiri dan cukup mendengarkan bacaan imam. Dengan demikian, shalat tetap sah meskipun imam rukuk sebelum makmum selesai membaca.


C. Kondisi Masbuq (Tertinggal)

Apabila makmum mendapati imam sudah dalam keadaan rukuk, maka makmum wajib langsung mengikuti rukuk tanpa harus menyelesaikan bacaan Al-Fatihah, dan rakaat tersebut tetap dianggap sah.


Sebagai penutup, perbedaan pendapat para ulama menunjukkan keluasan fiqih Islam dalam memberikan kemudahan kepada umat. Yang terpenting dalam shalat Tarawih adalah menjaga kekhusyukan, ketertiban mengikuti imam, serta menghindari sikap berlebihan dalam memperdebatkan hal-hal yang telah memiliki dasar ijtihad yang sah.

Semoga Ramadhan 1447 H menjadi momentum memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.