Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag.,
S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum
MUI Mimika)
Waktu sahur bukan sekadar momen
untuk makan dan minum sebelum berpuasa. Dalam ajaran Islam, waktu sahur—yang
berada pada sepertiga malam terakhir hingga menjelang fajar—merupakan golden time
atau waktu istimewa yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan
doa.
Memperbanyak istighfar di waktu
sahur sangat dianjurkan karena merupakan waktu mustajab untuk memohon ampunan.
Pada saat itu, Allah SWT membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS.
Ali Imran: 17:
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
Ayat tersebut menyebutkan bahwa
orang-orang yang beristighfar di waktu sahur termasuk golongan yang dipuji oleh
Allah SWT.
Keutamaan dan Anjuran Istighfar di Waktu Sahur
A. Waktu Mustajab
Waktu sahur adalah momen
istimewa di mana Allah SWT membuka pintu rahmat dan mengabulkan permohonan
ampunan, sesuai sabda Nabi Muhammad SAW tentang turunnya Allah ke langit dunia
pada sepertiga malam terakhir.
B. Ciri Orang Bertakwa
Allah memuji orang-orang yang
beristighfar di waktu sahur (mustaghfirin) dalam QS. Ali Imran: 17.
Hal ini menunjukkan bahwa istighfar di waktu sahur adalah salah satu ciri
orang-orang yang bertakwa.
Istighfar juga membantu
membersihkan hati dari dosa dan kelalaian, serta mendatangkan ketenangan jiwa
dan kedamaian.
C. Membuka Pintu Rezeki
Rutin beristighfar di waktu
sahur diyakini dapat menjadi jalan keluar dari kesusahan dan membuka pintu
rezeki yang tidak disangka-sangka.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad
SAW:
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
{أكْثِرُوْا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ، فَمَنْ أَكْثَرَ مِنْهُ جَعَلَ الله لَهُ مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ}
Nabi SAW bersabda,
“Perbanyaklah beristighfar, siapa yang memperbanyaknya maka Allah memberikan
kelapangan untuknya dari setiap kesedihan dan kegundahan, dan Allah akan
memberikan rezeki untuknya dari arah yang tidak terkira.”
D. Mudah Masuk Surga
Orang yang melazimkan istighfar
termasuk golongan yang dijanjikan kemudahan menuju surga.
Cara Mengamalkan
Jangan hanya menggunakan waktu
sahur untuk makan dan minum. Manfaatkan sisa waktu untuk berdoa, berdzikir, dan
beristighfar, misalnya dengan melafalkan Astaghfirullahal ‘adzim atau bacaan
istighfar lainnya secara tulus dan penuh kesadaran.
Sebagai penutup, sahur adalah
momen emas yang tidak sepatutnya disia-siakan. Dengan memperbanyak istighfar di
waktu sahur, seorang muslim tidak hanya menyiapkan fisiknya untuk berpuasa,
tetapi juga membersihkan hatinya untuk menyambut keberkahan Ramadhan.
Semoga Ramadhan 1447 H menjadi
momentum memperbanyak istighfar dan meraih ampunan Allah SWT.













