Rabu, 25 Februari 2026 / 8 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:34 04:44 05:56 06:23 12:09 15:17 18:15 19:24
Imsak 04:34
Subuh 04:44
Syuruq 05:56
Duha 06:23
Zuhur 12:09
Ashar 15:17
Magrib 18:15
Isya 19:24
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Shalat Witir Berjamaah Bersama Imam Lebih Utama

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan, khususnya setelah shalat Tarawih, sering muncul pertanyaan mengenai keutamaan shalat witir: apakah lebih utama dilakukan berjamaah bersama imam atau dikerjakan sendiri di akhir malam?

Secara umum, shalat witir berjamaah bersama imam lebih utama dan afdhal di bulan Ramadhan, karena memiliki keutamaan pahala seperti shalat semalam penuh. Namun, bagi yang berniat bangun untuk tahajud di akhir malam, mengakhirkan witir secara sendiri (munfarid) juga memiliki keutamaan tersendiri.


Rincian Hukum dan Keutamaan

1. Witir Bersama Imam (Lebih Utama)

Rasulullah SAW bersabda:


مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

Artinya: “Barang siapa shalat malam bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) shalat satu malam penuh.”

Hadis ini menunjukkan keutamaan menyempurnakan shalat bersama imam hingga selesai, termasuk witir. Ini menjadi pilihan terbaik bagi yang tidak yakin dapat bangun di akhir malam atau ingin menyempurnakan ibadah Tarawih secara langsung.

Apabila sudah melaksanakan witir bersama imam, maka tidak perlu mengulangi witir lagi jika bangun malam, sebagaimana sabda Nabi SAW:


لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ
(Tidak ada dua witir dalam satu malam).


2. Witir Sendiri di Akhir Malam (Lebih Utama bagi yang Tahajud)

Jika seseorang yakin dapat bangun untuk tahajud, maka mengakhirkan witir setelah tahajud dan mengerjakannya secara sendiri lebih afdhal, karena menjadikan witir sebagai penutup shalat malam.


3. Cara yang Bisa Ditempuh

Bagi yang ingin tetap mendapatkan keutamaan berjamaah sekaligus mengakhirkan witir, dapat mengikuti imam hingga witir. Namun, saat imam salam, ia berdiri kembali untuk menambah satu rakaat sehingga witirnya menjadi genap, lalu melaksanakan witir kembali di akhir malam.


Kesimpulan

Jika tidak yakin dapat bangun malam, maka ikutilah imam sampai selesai, termasuk witir. Jika yakin akan bangun untuk tahajud, disunnahkan mengakhirkan witir sebagai penutup shalat malam.

Perbedaan ini menunjukkan keluasan syariat Islam dalam memberikan kemudahan kepada umat, selama tetap menjaga kekhusyukan dan adab dalam beribadah.

Semoga Ramadhan 1447 H menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah malam dengan penuh keikhlasan dan istiqamah.