Sabtu, 28 Februari 2026 / 10 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:34 04:44 05:56 06:23 12:08 15:15 18:14 19:23
Imsak 04:34
Subuh 04:44
Syuruq 05:56
Duha 06:23
Zuhur 12:08
Ashar 15:15
Magrib 18:14
Isya 19:23
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Khutbah Jumat di Masjid Portsite PTFI: Mengajak Karyawan Menjadi “Hamba Rabbani”, Bukan Sekadar “Hamba Ramadhani”

PORTSITE, TIMIKA – Memasuki Jumat kedua di bulan suci Ramadhan, ratusan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) memadati Masjid Portsite untuk mengikuti salat Jumat berjemaah pada (27/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ust. Rahmat Sadeli, S.Pd. menyampaikan khutbah bertajuk “Menjadi Hamba Rabbani, Bukan Sekadar Hamba Ramadhani.”

Khutbah ini menyoroti fenomena “spiritualitas musiman” yang kerap terjadi, di mana semangat ibadah meningkat tajam di bulan Ramadhan namun perlahan memudar setelah Idulfitri. Ust. Rahmat menegaskan bahwa takwa sejati bukanlah “kostum tahunan”, melainkan karakter yang melekat sepanjang hayat.

“Begitu buruk kaum yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadan saja. Sesungguhnya orang saleh adalah mereka yang beribadah dan bersungguh-sungguh sepanjang tahun,” tegasnya, mengutip sebuah ungkapan masyhur (atsar).


Tiga Landasan Istikamah bagi Karyawan

Dalam pesannya, Ust. Rahmat menyampaikan tiga poin utama sebagai bekal bagi para pekerja tambang dan staf PTFI agar tetap istiqamah dalam kehidupan spiritual dan profesional.

1. Esensi Istikamah

Mengutip Al-Qur’an Surah Hud ayat 112, beliau mengingatkan pentingnya tetap berada di jalan yang benar sesuai perintah Allah, bukan hanya ketika suasana mendukung, tetapi juga di tengah tantangan dan kesibukan pekerjaan.

2. Kualitas di Atas Kuantitas

Beliau menekankan hadis Nabi SAW bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin (kontinu) meskipun sedikit. Prinsip ini dinilai relevan bagi karyawan dengan jadwal kerja padat di area Portsite.

3. Teladan Rasulullah SAW

Jemaah diajak meneladani Rasulullah SAW yang tidak pernah mengendurkan ibadah meski setelah Ramadhan usai. Konsistensi ibadah beliau menunjukkan bahwa Ramadhan adalah fase recharge untuk sebelas bulan berikutnya.

“Bagi kita di lingkungan industri ini, Ramadan seharusnya menjadi titik tolak untuk membangun disiplin diri yang permanen. Jika kita bisa patuh pada waktu berbuka dan sahur, kita seharusnya bisa membawa kedisiplinan dan integritas itu ke dalam setiap shift kerja kita sepanjang tahun,” tambahnya.


Salat Jumat berlangsung khidmat dan tertib. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh insan PTFI untuk menjaga profesionalisme yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan secara konsisten, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu.