Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd.,
M.M., M.Pd.
Ketua Umum
MUI Kabupaten Mimika
Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan dan menjadi
kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak dzikir, doa, serta
memohon ampunan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang
diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Nabi menganjurkan umat Islam untuk
memperbanyak empat amalan penting selama bulan Ramadan.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa
terdapat dua amalan yang dapat mendatangkan keridaan Allah SWT dan dua amalan
lain yang sangat dibutuhkan oleh setiap hamba. Dua amalan yang dapat meraih
keridaan Allah adalah memperbanyak syahadat serta istighfar, sedangkan dua
amalan yang sangat dibutuhkan oleh manusia adalah memohon surga kepada Allah
dan berlindung kepada-Nya dari siksa neraka.
Empat amalan tersebut kemudian sering
dirangkum oleh para ulama dalam bentuk dzikir dan doa yang dibaca oleh kaum
Muslimin selama bulan Ramadan, sebagai berikut:
نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
Latin: Nashhadu an lā ilāha illā Allāh, wa
nastaghfirullāh, nas’aluka riḍāka
wal-jannah, wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika
wan-nār.
Artinya: “Kami bersaksi bahwa tiada
Tuhan selain Allah, kami memohon ampun kepada Allah, kami memohon kepada-Mu
keridaan-Mu dan surga, serta kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan
dari api neraka.”
Dzikir dan doa ini mengandung makna
yang sangat dalam, yaitu pengakuan tauhid kepada Allah SWT, permohonan ampunan
atas dosa, harapan untuk meraih keridaan dan surga-Nya, serta perlindungan dari
murka Allah dan siksa neraka.
Berikut adalah empat kalimat dzikir
dan doa yang dianjurkan untuk sering diulang selama bulan Ramadan:
1. Syahadat
Tauhid
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Latin: Lā ilāha illā Allāh
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”
Kalimat ini merupakan inti dari tauhid, pengakuan bahwa hanya Allah
SWT satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
2. Istighfar
أَسْتَغْفِرُ
اللهَ
Latin: Astaghfirullāh
Artinya: “Aku memohon ampun kepada
Allah.”
Istighfar menjadi sarana bagi seorang hamba untuk memohon pengampunan atas dosa
dan kesalahan yang telah diperbuat.
3. Memohon Ridha Allah dan Surga
نَسْأَلُكَ رِضَاكَ و الجنة
Latin: Nas’aluka riḍāka wal-jannah
Artinya: “Kami memohon keridaan-Mu dan
surga.”
Doa ini merupakan bentuk harapan seorang hamba untuk mendapatkan keridaan
Allah SWT serta balasan surga di akhirat kelak.
4. Memohon Perlindungan dari Murka dan Neraka
وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
Latin: Wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika wan-nār
Artinya: “Kami berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan dari
siksa neraka.”
Kalimat ini mengajarkan seorang Muslim untuk senantiasa memohon perlindungan
dari azab dan murka Allah SWT.
Amalan Tambahan di Sepuluh Malam Terakhir
Selain empat kalimat dzikir
tersebut, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa
berikut, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan,
yang diharapkan bertepatan dengan Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu
‘anni.”
Artinya: “Ya Allah,
Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”
Dengan memperbanyak dzikir dan doa selama bulan Ramadan,
seorang Muslim diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,
memperoleh keridaan-Nya, serta mendapatkan keberkahan dan ampunan di bulan yang
mulia ini.













