Senin, 16 Maret 2026 / 27 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:54 06:21 12:05 15:09 18:08 19:16
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:54
Duha 06:21
Zuhur 12:05
Ashar 15:09
Magrib 18:08
Isya 19:16
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Malam ke-27 Ramadhan Dinilai sebagai Waktu Terkuat Terjadinya Lailatul Qadar

Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd
(Ketua Umum MUI Mimika)

Sebagian ulama berpendapat bahwa malam ke-27 Ramadhan merupakan waktu terkuat terjadinya Lailatul Qadar. Pendapat ini didasarkan pada sejumlah riwayat hadis dari para sahabat, isyarat dalam struktur bahasa Surah Al-Qadr, serta pandangan para ulama terkemuka seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad.

Di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan, malam ke-27 dinilai memiliki peluang yang paling besar sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar, meskipun para ulama tetap menegaskan bahwa malam tersebut bisa saja berpindah pada malam-malam ganjil lainnya.

Berikut beberapa alasan yang sering dikemukakan oleh para ulama:

1. Riwayat Hadis dari Para Sahabat

Salah satu dasar kuat pendapat ini adalah riwayat dari sahabat Ubay bin Ka’ab yang pernah bersumpah bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadhan. Pernyataan tersebut didasarkan pada petunjuk yang ia pahami dari Rasulullah SAW mengenai malam yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan shalat dan ibadah.

2. Isyarat dalam Surah Al-Qadr

Sebagian ulama juga menyoroti adanya isyarat linguistik dalam Surah Al-Qadr. Frasa “لَيْلَةُ الْقَدْرِ” (Lailatul Qadr) terdiri dari sembilan huruf dan disebutkan sebanyak tiga kali dalam surah tersebut. Dalam beberapa analisis, pola ini dianggap memberikan isyarat simbolik yang berkaitan dengan malam ke-27 Ramadhan.

3. Kaitan dengan Angka Tujuh

Riwayat lain yang dinukil dari Ibnu Abbas RA mengaitkan kemungkinan malam ke-27 dengan berbagai unsur angka tujuh dalam ajaran Islam, seperti tujuh langit, tujuh bumi, dan tujuh putaran tawaf. Analogi ini dipahami sebagai penguat kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar pada malam tersebut.

4. Pandangan Para Ulama

Ulama besar seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad juga berpendapat bahwa Lailatul Qadar sering kali jatuh pada malam ke-27. Meski demikian, mereka tetap menegaskan bahwa malam tersebut berada dalam lingkup malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

5. Tanda-tanda Alam

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Tanda ini sering dikaitkan dengan malam-malam ganjil, termasuk malam ke-27.

Kesimpulan

Malam ke-27 Ramadhan memang sering dianggap sebagai waktu yang paling kuat kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar. Namun demikian, para ulama menegaskan bahwa malam tersebut tidak selalu tetap pada satu tanggal tertentu.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan berbagai ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa, agar tidak terlewatkan keutamaan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.