Selasa, 17 Maret 2026 / 28 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:54 06:21 12:04 15:09 18:08 19:16
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:54
Duha 06:21
Zuhur 12:04
Ashar 15:09
Magrib 18:08
Isya 19:16
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Penentuan Malam Lailatul Qadar di Indonesia Sering Menjadi Perdebatan

Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd
(Ketua Umum MUI Mimika)

Penentuan malam Lailatul Qadar di Indonesia sering dianggap sulit dan kerap menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Hal ini terutama berkaitan dengan perbedaan fokus antara malam ganjil dan malam genap, yang berakar dari perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan serta metode perhitungan malam dalam kalender Islam.

Berikut beberapa poin penting yang menjelaskan mengapa penentuan malam Lailatul Qadar terasa lebih kompleks di Indonesia:

1. Fokus Hadis pada Malam Ganjil

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

2. Perbedaan Metode Perhitungan

Sebagian ulama menghitung malam ganjil berdasarkan tanggal sejak awal Ramadhan, seperti malam ke-21, 23, dan seterusnya. Namun, pandangan lain yang merujuk pada hadis Abu Sa’id Al-Khudri menyarankan untuk mencarinya pada malam-malam yang tersisa di akhir Ramadhan (hitungan mundur). Dengan metode ini, kemungkinan malam genap juga bisa termasuk dalam pencarian Lailatul Qadar.

3. Perbedaan Penentuan Awal Ramadhan

Di Indonesia, perbedaan metode penentuan awal Ramadhan antara pemerintah dan sebagian ormas Islam sering menyebabkan perbedaan tanggal. Akibatnya, malam yang dianggap ganjil oleh satu kelompok bisa saja dianggap genap oleh kelompok lainnya dalam kalender yang sama.

4. Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Para ulama menjelaskan bahwa Allah SWT merahasiakan waktu pasti Lailatul Qadar sebagai bentuk hikmah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan, tidak hanya terpaku pada satu malam tertentu saja.

5. Pendapat Ulama tentang Kemungkinan Malam Genap

Sebagian ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar tidak harus selalu jatuh pada malam ganjil. Dengan mempertimbangkan perbedaan penampakan hilal dan metode perhitungan, malam genap pun berpotensi menjadi waktu terjadinya Lailatul Qadar.

Saran Ibadah

Untuk menyikapi perbedaan dan kesulitan dalam penentuan tersebut, para ulama menganjurkan agar umat Islam memaksimalkan ibadah pada seluruh malam dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan, baik malam ganjil maupun genap.

Dengan cara ini, peluang untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan akan semakin besar.