Timika, Mimika Muslim – Suasana khidmat bercampur haru
mewarnai prosesi pelepasan 120 jemaah haji Kabupaten Mimika Tahun 1447
Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (28/4).
Bupati Mimika, Johannes Rettob,
bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, secara resmi melepas para jemaah
yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci, Mekkah.
Prosesi pelepasan ini menjadi awal
perjalanan spiritual dengan mengusung tema “Langkah Suci Menuju Baitullah
Mengharap Ridha Ilahi”, serta mengedepankan semangat pelayanan haji ramah
lansia, disabilitas, dan perempuan.
Momentum pelepasan ditandai dengan
penyematan syal serta penyerahan koper kepada jemaah tertua, ST Habubah
Latif Mangesa (90 tahun), dan jemaah termuda, Riswandy Syarifudin (18
tahun). Simbol tersebut mencerminkan kesiapan lahir dan batin para tamu
Allah dalam menunaikan ibadah haji.
Selain itu, penyerahan bendera pataka
Merah Putih dan pataka Kementerian Haji dan Umrah kepada Petugas Haji Daerah
(PHD) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIUH) menjadi simbol
tanggung jawab dalam mendampingi jemaah selama di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Bupati Rettob
berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan serta memanfaatkan kesempatan
ibadah dengan sebaik-baiknya.
“Semoga seluruh jemaah diberikan
kelancaran selama perjalanan, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta
meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Tahun ini, Kabupaten Mimika
memberangkatkan 120 jemaah haji yang didampingi oleh tiga petugas, terdiri dari
petugas kesehatan, pembimbing ibadah kloter, dan pembimbing KBIUH, sehingga
total keseluruhan mencapai 123 orang.
Seluruh jemaah telah melalui berbagai
tahapan, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga bimbingan
manasik sebagai bekal dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Keberangkatan jemaah dijadwalkan dalam
dua gelombang dari Timika menuju Embarkasi Makassar. Gelombang pertama
diberangkatkan pada 29 April 2026 yang diawali dengan pawai syiar dari halaman
Graha Eme Neme Yauware menuju Bandara Mozes Kilangin.
Sementara itu, gelombang kedua
dijadwalkan pada 10 Mei 2026, dilanjutkan masuk Asrama Haji dan terbang ke
Tanah Suci pada 12 Mei 2026. Seluruh jemaah tergabung dalam Kloter UPG 29 yang
akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar menuju Mekkah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan
Umrah Kabupaten Mimika, Muhammad Hilal, menyampaikan bahwa
penyelenggaraan haji tahun ini menitikberatkan pada pelayanan inklusif, khususnya
bagi kelompok rentan.
Pendampingan khusus disiapkan bagi
jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan agar dapat menjalankan
ibadah dengan aman dan nyaman. Petugas juga diarahkan memberikan layanan
prioritas serta memastikan akses yang memadai selama proses ibadah berlangsung.
Ia juga mengapresiasi dukungan
pemerintah daerah yang terus hadir dalam setiap tahapan penyelenggaraan haji,
termasuk kontribusi Dinas Kesehatan dalam membantu pembiayaan pemeriksaan
kesehatan jemaah.
Kolaborasi lintas sektor, panitia
daerah, serta dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci kelancaran
penyelenggaraan haji tahun ini, sekaligus memperkuat pelayanan bagi jemaah asal
Mimika.
Sebagai ibadah yang penuh makna,
keberangkatan ini diharapkan menjadi awal perjalanan spiritual yang membawa
keberkahan, serta menjadikan para jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji
yang mabrur.
(Sumber: fajarpapua.com)










