Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum penting untuk
mengenang jasa Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Peringatan ini
menjadi refleksi bersama untuk terus memperjuangkan pendidikan yang bermutu dan
merata bagi seluruh anak bangsa demi kemajuan masa depan Indonesia.
Dalam memperingati Hari Pendidikan, mari kita pahami beberapa pilar
utamanya:
1. Sejarah dan Makna
Tanggal 2 Mei dipilih bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara,
tokoh pelopor pendidikan yang mendirikan Perguruan Taman Siswa.
Semboyan beliau yang sangat terkenal adalah:
- Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi teladan)
- Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah membangun prakarsa
atau semangat)
- Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan
dorongan)
2. Tantangan Pendidikan Saat Ini
Di balik meningkatnya akses bersekolah, dunia pendidikan Indonesia masih
menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya:
- Kesenjangan kualitas dan
fasilitas antara wilayah perkotaan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan,
dan Terluar).
- Kebutuhan peningkatan
kesejahteraan dan kompetensi guru.
- Penyesuaian kurikulum agar
relevan dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital dan
pemikiran kritis.
3. Cara Merayakan dan Berkontribusi
Peringatan Hardiknas
tidak hanya sekadar upacara, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai aksi
nyata, seperti:
- Gerakan literasi: mengadakan
donasi buku atau kampanye membaca.
- Apresiasi guru: memberikan
penghargaan dan dukungan moril kepada tenaga pendidik.
- Belajar sepanjang hayat:
memperdalam keterampilan baru di era modern.










