Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)
Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha dan hari Tasyrik
merupakan wujud kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus media berbagi kebahagiaan
untuk mempererat solidaritas sosial. Ibadah ini juga menjadi sarana untuk
menyucikan jiwa dari sifat kikir dan egoisme.
Berikut beberapa hikmah utama dari pelaksanaan ibadah kurban:
- Meneladani Nabi Ibrahim AS
Menjalankan ibadah kurban merupakan bentuk penghayatan atas kepatuhan total Nabi Ibrahim AS dan kesabaran Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. - Meningkatkan Kepedulian Sosial
Distribusi daging kurban kepada kerabat, sahabat, dan fakir miskin menciptakan pemerataan kebahagiaan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. - Pendidikan Keikhlasan
Ibadah kurban mendidik umat Islam untuk melepaskan kecintaan terhadap harta duniawi demi meraih rida Allah SWT. - Bukti Rasa Syukur
Kurban menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat kehidupan dan rezeki yang telah Allah SWT berikan dengan cara berbagi kepada sesama. - Menghidupkan Zikir di Hari Tasyrik
Pada hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah), umat Islam dilarang berpuasa dan dianjurkan memperbanyak zikir, makan, dan minum sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Semoga pelaksanaan ibadah kurban dapat semakin memperkuat nilai
ketakwaan, kepedulian sosial, dan persaudaraan umat Islam di Kabupaten Mimika.










