Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd.,
M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)
Makkah merupakan tempat di mana umat
Islam dari seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji. Bagi seseorang yang
meninggal dunia di tanah suci ini, menurut para ulama, terdapat keutamaan
tersendiri. Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
"Barangsiapa yang ingin meninggal
di Madinah, maka meninggallah di sana. Sesungguhnya aku akan memberikan syafaat
bagi orang yang meninggal di sana."
(HR. Tirmidzi)
Al-Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul
Ahwadzi menukil pendapat Al-Thibi yang menyatakan bahwa hadis ini menjadi
dalil mengenai keutamaan seseorang yang meninggal di tanah suci. Tentu bukan
kematian yang direncanakan, melainkan terjadi atas kehendak Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Keutamaan yang akan diperoleh adalah mendapatkan syafaat dari Nabi
Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Sebagaimana dijelaskan pula dalam
kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi berpendapat bahwa sangat dianjurkan untuk
berharap dapat meninggal di tanah suci. Bahkan dalam kitab Al-Adzkar,
Imam Nawawi membuat bab khusus yang berjudul Kesunnahan Berdoa Agar
Meninggal di Tanah Suci.
Dalam riwayat lain, pernah ada seorang
sahabat yang ikut wukuf bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Kemudian orang tersebut terjatuh dari untanya hingga lehernya patah dan
meninggal dunia. Melihat kejadian tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلا تَمَسُّوهُ طِيباً، وَلا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ وَلا تُحَنِّطُوهُ، فَإِنَّ اللهَ يَبْعَثُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مُلَبِّياً
"Mandikan dia dengan air dan daun
bidara, kafanilah dengan dua lembar kain, jangan diberi wewangian, jangan
ditutupi kepalanya, dan jangan diberi hanuth (pengharum jenazah). Sesungguhnya
Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala
memberikan kepada kita husnul khatimah serta kesempatan untuk menjadi tamu-Nya
di tanah suci, dan apabila Allah berkehendak, memperoleh kemuliaan sebagaimana
yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Aamiin.










