Minggu, 7 Juni 2026 / 21 Zulhijah 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:24 04:34 05:52 06:21 11:55 15:17 17:50 19:04
Imsak 04:24
Subuh 04:34
Syuruq 05:52
Duha 06:21
Zuhur 11:55
Ashar 15:17
Magrib 17:50
Isya 19:04
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

MENINGGAL DI TANAH SUCI

Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Makkah merupakan tempat di mana umat Islam dari seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji. Bagi seseorang yang meninggal dunia di tanah suci ini, menurut para ulama, terdapat keutamaan tersendiri. Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang ingin meninggal di Madinah, maka meninggallah di sana. Sesungguhnya aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di sana."
(HR. Tirmidzi)

Al-Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi menukil pendapat Al-Thibi yang menyatakan bahwa hadis ini menjadi dalil mengenai keutamaan seseorang yang meninggal di tanah suci. Tentu bukan kematian yang direncanakan, melainkan terjadi atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keutamaan yang akan diperoleh adalah mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sebagaimana dijelaskan pula dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi berpendapat bahwa sangat dianjurkan untuk berharap dapat meninggal di tanah suci. Bahkan dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi membuat bab khusus yang berjudul Kesunnahan Berdoa Agar Meninggal di Tanah Suci.

Dalam riwayat lain, pernah ada seorang sahabat yang ikut wukuf bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kemudian orang tersebut terjatuh dari untanya hingga lehernya patah dan meninggal dunia. Melihat kejadian tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلا تَمَسُّوهُ طِيباً، وَلا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ وَلا تُحَنِّطُوهُ، فَإِنَّ اللهَ يَبْعَثُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مُلَبِّياً

"Mandikan dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dengan dua lembar kain, jangan diberi wewangian, jangan ditutupi kepalanya, dan jangan diberi hanuth (pengharum jenazah). Sesungguhnya Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita husnul khatimah serta kesempatan untuk menjadi tamu-Nya di tanah suci, dan apabila Allah berkehendak, memperoleh kemuliaan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aamiin.