Selasa, 21 Juli 2026 / 6 Safar 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:59 06:27 12:02 15:24 17:59 19:11
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:59
Duha 06:27
Zuhur 12:02
Ashar 15:24
Magrib 17:59
Isya 19:11
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Dalam Islam, Menang dan Kalah adalah Hal yang Wajar dalam Euforia Piala Dunia

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI Mimika

Dalam Islam, menang dan kalah adalah hal yang wajar serta merupakan bagian dari ujian Allah SWT. Umat Islam diajarkan untuk menyikapi kemenangan dengan rasa syukur dan tidak sombong, serta menghadapi kekalahan dengan lapang dada, sabar, dan mengambil hikmah di baliknya.

Keduanya merupakan ketentuan yang telah digariskan atau bagian dari takdir Allah SWT. Berikut adalah prinsip dasar dalam menyikapi kemenangan dan kekalahan:

1. Menyikapi Kemenangan

Kemenangan bukanlah hasil usaha semata, melainkan terjadi atas izin dan pertolongan Allah SWT. Kemenangan seharusnya diiringi dengan memperbanyak rasa syukur, menghindari sifat jumawa, serta mengingat bahwa kekuasaan ataupun kemenangan di dunia bersifat sementara.

2. Menyikapi Kekalahan

Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya ataupun tanda kehinaan. Sikap seorang mukmin adalah bersabar dan meyakini bahwa di balik kegagalan, Allah SWT telah menyiapkan hikmah atau jalan lain yang lebih baik.

3. Kemenangan Hakiki

Dalam pandangan Islam, kemenangan yang sejati dan abadi bukanlah sekadar pencapaian duniawi, melainkan keberhasilan seseorang dalam menjaga keimanan, meningkatkan ketakwaan, dan meraih rida Allah SWT.