Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag.,
S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum
MUI Mimika)
Pekikan “Allahu Akbar”
dan “Merdeka”
menjadi pekik perlawanan yang membakar semangat rakyat dan santri dalam merebut
serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pekikan tersebut terutama
dipopulerkan melalui pidato heroik Bung Tomo menjelang Pertempuran Surabaya
pada 10 November 1945.
Sejarah dan Makna Pekikan
1.
Pekik Merdeka
Pekik Merdeka diusulkan oleh Otto Iskandar di Nata
dan ditetapkan pemerintah melalui Maklumat 31 Agustus 1945 sebagai salam
nasional resmi penanda semangat kebangsaan, mulai 1 September 1945.
2.
Pekik Takbir (Allahu Akbar)
Pekik takbir menjadi kekuatan spiritual dan,
menurut catatan sejarah, merupakan saran langsung dari KH. Hasyim Asy’ari agar
para pejuang mengawali dan mengakhiri perlawanan dengan menyebut kebesaran
Tuhan.
3.
Paduan Semangat
Kombinasi teriakan takbir dan pekik merdeka
menyatukan nasionalisme dan nilai-nilai keagamaan serta membakar keberanian
rakyat dalam menghadapi tentara Sekutu yang bersenjata modern.











