Kamis, 6 Agustus 2026 / 23 Safar 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:57 06:25 12:02 15:23 18:00 19:11
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:57
Duha 06:25
Zuhur 12:02
Ashar 15:23
Magrib 18:00
Isya 19:11
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

ALLAHU AKBAR & MERDEKA 17 Agustus 1945

Oleh: KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Pekikan “Allahu Akbar” dan “Merdeka” menjadi pekik perlawanan yang membakar semangat rakyat dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pekikan tersebut terutama dipopulerkan melalui pidato heroik Bung Tomo menjelang Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Sejarah dan Makna Pekikan

1.       Pekik Merdeka

Pekik Merdeka diusulkan oleh Otto Iskandar di Nata dan ditetapkan pemerintah melalui Maklumat 31 Agustus 1945 sebagai salam nasional resmi penanda semangat kebangsaan, mulai 1 September 1945.

2.     Pekik Takbir (Allahu Akbar)

Pekik takbir menjadi kekuatan spiritual dan, menurut catatan sejarah, merupakan saran langsung dari KH. Hasyim Asy’ari agar para pejuang mengawali dan mengakhiri perlawanan dengan menyebut kebesaran Tuhan.

3.     Paduan Semangat

Kombinasi teriakan takbir dan pekik merdeka menyatukan nasionalisme dan nilai-nilai keagamaan serta membakar keberanian rakyat dalam menghadapi tentara Sekutu yang bersenjata modern.