Bulan Agustus 2026 ini, umat Islam di Indonesia
menyambut dua momentum besar sekaligus, yaitu peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)
ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang jatuh pada 25 Agustus 2026. Peringatan
kelahiran manusia paling mulia tersebut tentunya turut dikenang oleh umat Islam
di berbagai belahan dunia.
Dua peristiwa yang tampak
berbeda ini sebenarnya memiliki satu benang merah, yaitu pentingnya berjuang
dan peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang paling membutuhkan, seperti
anak yatim dan kaum dhuafa. Oleh karena itu, kedua momentum tersebut sangat
tepat disatukan dalam kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa: Harmoni Kemerdekaan dan
Maulid Nabi SAW.
Kita mengibarkan Bendera Merah
Putih setiap 17 Agustus. Bahkan sejak awal bulan, suasana kemerdekaan telah
semarak dengan bendera yang terpasang di berbagai tempat sebagai simbol
kebebasan dari penjajahan.
Namun, bagi banyak anak yatim
di sekitar kita, terdapat bentuk “belenggu” lain yang masih mereka rasakan,
seperti kehilangan sosok ayah atau ibu, keterbatasan biaya pendidikan, serta
beban kehidupan yang harus mereka pikul pada usia yang seharusnya diisi dengan
bermain dan belajar.
Kemerdekaan yang sesungguhnya
bukan hanya persoalan terbebas dari penjajahan, tetapi juga sejauh mana kita
mampu membantu membebaskan saudara-saudara kita dari kesulitan yang mereka
tanggung sendirian. Jutaan anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Indonesia
masih membutuhkan perhatian. Sementara itu, berdasarkan data yang disebutkan
Dinas Sosial Kabupaten Mimika, terdapat sekitar 1.350 anak yatim, piatu, dan
yatim piatu di wilayah Kabupaten Mimika.
Rasulullah ﷺ, yang hari kelahirannya kita peringati, juga
tumbuh sebagai seorang anak yatim. Ayah beliau, Abdullah, wafat sebelum
Rasulullah ﷺ lahir ke dunia, tepatnya
ketika beliau masih berada dalam kandungan ibundanya.
Ibunda beliau, Aminah, wafat
ketika Rasulullah ﷺ baru berusia enam
tahun. Aminah wafat karena sakit dalam perjalanan pulang dari Madinah menuju
Makkah. Dari perjalanan hidup tersebut, Rasulullah ﷺ menunjukkan kepedulian yang sangat mendalam
terhadap nasib anak-anak yatim sepanjang hidup beliau.
Dalam hadis
yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ
فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا
شَيْئًا
“Aku dan
orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan
dengan jari telunjuk dan jari tengah serta sedikit merenggangkan keduanya.
Sementara
itu, dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman
dalam Surah Ad-Duha ayat 9:
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
“Maka
terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
Ayat ini menjadi pengingat
secara khusus kepada Rasulullah ﷺ dan
secara umum kepada seluruh umatnya bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan
sekadar anjuran, melainkan bagian dari akhlak mulia yang harus dijaga dan
dilaksanakan dengan penuh kesadaran serta keikhlasan.
Data Kementerian Sosial pada
2022 mencatat sebanyak 4.023.622 anak yatim, piatu, dan yatim piatu sebagai
sasaran program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Mereka terdiri atas
anak-anak yang diasuh oleh lembaga kesejahteraan sosial maupun keluarga kurang
mampu.
Sementara itu, pemetaan
nasional yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak bersama UNICEF terhadap 25.430 anak yang kehilangan salah satu atau kedua
orang tuanya akibat COVID-19 menemukan bahwa 57 persen kehilangan ayah, 37
persen kehilangan ibu, dan sekitar 5 persen kehilangan kedua orang tua.
Adapun di Kabupaten Mimika,
berdasarkan data yang disebutkan Dinas Sosial, terdapat sekitar 1.350 anak
yatim, piatu, dan yatim piatu. Secara sederhana, jumlah anak yang kehilangan
sosok ayah diperkirakan berkisar antara 600 hingga 700 anak.
LAZ Assalaam Timika sebagai
lembaga amil zakat resmi tingkat Kabupaten Mimika sangat fokus memberikan
perhatian kepada anak-anak yatim melalui program santunan rutin dan pembagian
bingkisan setiap bulan. Kegiatan terakhir dilaksanakan bekerja sama dengan ODOJ
Mimika di Masjid Baiturrahman SP 2 pada Juli lalu.
Tidak hanya itu, beberapa anak
yatim juga mendapatkan pembinaan melalui PD Salimah Mimika dan bantuan biaya
pendidikan. Salah satunya adalah Dafa, seorang pelajar SMP YAPIS. Dafa memiliki
semangat yang tinggi untuk belajar di sekolah dan mengaji pada sore hari.
Menurut guru mengajinya,
perkembangan Dafa sangat baik. Dari sebelumnya belum bisa mengaji, kini ia
telah mencapai pembelajaran Wafa Jilid 5.
Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan
Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad ﷺ tahun ini, LAZ Assalaam Timika bersama Alisa Khadijah Mimika mengajak
seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program Santunan Yatim
dan Dhuafa: Harmoni Kemerdekaan dan Maulid Nabi SAW.
Program ini merupakan bentuk
nyata dari semangat perjuangan dan upaya meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dengan memberikan harapan serta meringankan beban
anak-anak yatim dan kaum dhuafa di sekitar kita.
Melalui program ini, dana yang
terkumpul akan disalurkan untuk santunan langsung kepada anak yatim dan dhuafa,
pengadaan bingkisan, konsumsi kegiatan, serta kebutuhan operasional terkait.
Tidak perlu menunggu memiliki
jumlah yang besar untuk mulai berbagi. Setiap rupiah yang disalurkan merupakan
bentuk cinta kepada sesama sekaligus wujud syukur atas kemerdekaan yang kita
nikmati hari ini.
Sebagaimana
pantun berikut:
Burung dara
terbangnya rendah,
Hinggap sebentar di pohon kelapa.
Berbagi rezeki itu sangat indah,
Anak yatim jangan sampai terlupa.
Semua orang dapat mengucapkan
selamat Maulid, tetapi hal yang masih jarang dilakukan adalah meneladani akhlak
Nabi Muhammad ﷺ dalam menyantuni anak
yatim. Mari jadikan momentum kemerdekaan dan Maulid Nabi ﷺ tahun ini sebagai langkah nyata untuk berbagi.
Bagi pembaca MimikaMuslim.com
yang ingin menyalurkan zakat, infak, atau sedekah melalui LAZ Assalaam Timika,
dapat menyalurkannya melalui rekening berikut:
Bank Muamalat
Zakat: 88-200-14800
Infak:
88-200-14854
a.n.
LAZ Assalaam Timika
Konfirmasi: 0811-4911-400
Semoga
setiap bantuan yang disalurkan menjadi amal jariah, menghadirkan kebahagiaan
bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta memperoleh balasan terbaik dari
Allah ﷻ. Aamiin.
(Sumber data: UNICEF Indonesia dan ANTARA/Kementerian Sosial)











