Senin, 24 Agustus 2026 / 11 Rabiulawal 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:29 04:39 05:52 06:19 11:58 15:17 17:58 19:07
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Syuruq 05:52
Duha 06:19
Zuhur 11:58
Ashar 15:17
Magrib 17:58
Isya 19:07
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Isi Hikmah Maulid di Kegiatan Santunan Yatim dan Dhuafa, Ketua MUI Imbau Tunaikan Zakat di LAZ Assalaam Timika

TIMIKA — Suasana riuh nan penuh kegembiraan melingkupi Halaman Ruang Cendrawasih Hotel Serayu, Timika, sejak Ahad (23/8/2026) pagi. Pekik tawa anak-anak membahana di sekitar area aula saat puluhan peserta berkonsentrasi penuh melangkah perlahan sambil menggigit sendok plastik berisi butiran kelereng. Tak jauh dari situ, gelak tawa penonton pecah tatkala anak-anak lain berjuang keras memasukkan pensil yang diikatkan tali di pinggang mereka ke dalam mulut botol kaca.

Suasana kemerdekaan yang sarat nuansa kebersamaan ini menjadi pembuka rangkaian agenda bertajuk “Santunan Yatim dan Dhuafa Harmoni Kemerdekaan RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW”. Acara sosial berskala besar ini digagas oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Assalaam Timika yang berkolaborasi secara sinergis dengan Pengurus Daerah ALISA “Khadijah” – Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Mimika.

Melalui perpaduan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, panitia merancang kegiatan yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual dan materiil, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan psikologis serta memori manis bagi para penerima manfaat melalui berbagai perlombaan rakyat.

Ceria Pagi: Lomba Tradisional Pembakar Semangat

Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT tersebut diawali dengan deretan perlombaan khas kemerdekaan yang dirancang khusus untuk menghibur anak-anak yatim dan dhuafa. Selain lomba balap kelereng menggunakan sendok dan perlombaan memasukkan pensil ke dalam botol, kemeriahan kian memuncak saat lomba makan kerupuk dimulai. Dengan tangan terikat di belakang punggung, para peserta tampak bersemangat menggigit kerupuk yang digantung tali rafia diiringi sorak-sorai dari para pendamping dan panitia.

Tak hanya menguji ketangkasan fisik dan motorik, panitia juga menggelar perlombaan yang mengasah intelektual, yakni Lomba Ranking Satu. Dalam sesi ini, puluhan anak yatim dan dhuafa diuji wawasannya seputar keagamaan, sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta pengetahuan umum. Menggunakan kertas merah dan putih sederhana, anak-anak dengan tangkas menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara hingga tersisa satu pemenang utama yang meraih gelar juara.

Ketua panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa perlombaan tradisional ini sengaja disiapkan di awal agenda agar anak-anak merasakan atmosfer kegembiraan kemerdekaan sebagaimana anak-anak lainnya di Tanah Air. Kemeriahan pagi tersebut berhasil mencairkan suasana dan membangun keakraban antarpeserta sebelum memasuki sesi seremoni dan keagamaan di siang hari.

Khidmat Acara Inti dan Sinergi Lintas Elemen

Usai pelaksanaan perlombaan dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba tradisional, suasana acara bertransformasi menjadi lebih khidmat memasuki acara inti pada pertengahan hari. Ruang Cendrawasih Hotel Serayu dipadati oleh 100 anak yatim dan dhuafa yang menjadi penerima manfaat utama, didampingi oleh 50 orang tua atau pendamping yang setia mengawal tumbuh kembang mereka.

Kehadiran 50 anggota panitia dari LAZ Assalaam Timika dan PD ALISA “Khadijah” ICMI Mimika, serta 30 tamu undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, pimpinan ormas Islam, hingga perwakilan pemerintah, menegaskan kuatnya komitmen kolaboratif di Kabupaten Mimika. Sinergi ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak sosial anak-anak yatim dan dhuafa membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat secara terintegrasi.

Secara konseptual, agenda terpadu ini dirancang dengan tujuan utama untuk mengisi kemerdekaan Indonesia melalui aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Melalui tema “Harmoni Kemerdekaan”, penyelenggara ingin menegaskan bahwa esensi dari kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya adalah terwujudnya keadilan sosial dan terhapusnya beban penderitaan warga kurang mampu, sebagaimana teladan kasih sayang dan kepedulian yang senantiasa dipraktikkan oleh Rasulullah Muhammad SAW sepanjang hayatnya.

Pesan Hikmah Maulid dan Dorongan Zakat

Salah satu puncak kekhidmatan dalam acara ini adalah penyampaian materi Hikmah Maulid yang dibawakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, KH Muhammad Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd. Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Amin memaparkan secara komprehensif bagaimana Nabi Muhammad SAW memberikan perhatian yang sangat tinggi kepada anak-anak yatim dan golongan dhuafa.

Beliau menjelaskan bahwa mengasihi anak yatim bukan sekadar imbauan moral, melainkan ajaran inti keagamaan yang berimplikasi langsung pada kedekatan seorang hamba dengan Rasulullah di akhirat kelak. Kedatangan momen Maulid Nabi yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi seluruh elemen umat di Timika untuk merefleksikan nilai-nilai kepemimpinan dan kedermawanan Nabi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

KH Muhammad Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd. juga menerangkan bahwa kemerdekaan adalah rahmat sesuai tercantum di Pembukaan UUD, begitu pula Maulid merupakan rahmat seperti disebutkan dalam sebuah ayat Al-Qur'an. Ketua MUI itu juga mengatakan agar tidak perlu ragu menyatakan “Merdeka Allahu Akbar” sebagaimana dahulu Bung Tomo dan Arek-arek Suroboyo mengumandangkan pertama kali. Ini menunjukkan bahwa nasionalisme dan agama dapat sejalan dan tidak perlu dipisahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Mimika juga secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah LAZ Assalaam Timika yang dinilai konsisten, transparan, dan profesional dalam menghimpun serta menyalurkan dana sosial keagamaan di wilayah Papua Tengah.

“LAZ Assalaam Timika termasuk yang aktif menghimpun dana zakat dan menyalurkan di Timika, maka dari itu para pengusaha tunaikan zakat di LAZ Assalaam Timika,” tegas KH Muhammad Amin di hadapan seluruh tamu undangan dan pengusaha yang hadir.

Imbauan dari ulama terkemuka Mimika tersebut menjadi angin segar bagi penguatan ekosistem zakat di daerah. Menurutnya, potensi zakat dari sektor niaga dan pengusaha lokal di Timika sangat besar. Jika potensi tersebut dapat terkelola dengan optimal melalui lembaga zakat resmi yang akuntabel seperti LAZ Assalaam, maka program-program pengentasan kemiskinan, bantuan pendidikan anak yatim, serta pemberdayaan ekonomi dhuafa di Kabupaten Mimika akan memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dan berkelanjutan.

Penyerahan Santunan dan Senyum Penerima Manfaat

Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi penyerahan santunan secara simbolis maupun langsung kepada 100 anak yatim dan dhuafa. Setiap anak menerima paket bantuan yang terdiri dari dana santunan dan bingkisan kebahagiaan yang disiapkan oleh panitia gabungan.

Wajah-wajah penuh haru dan bahagia terpancar dari para penerima manfaat serta para pendamping yang hadir. Bantuan yang disalurkan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebutuhan dasar anak-anak menjelang tahun ajaran berjalan.

Perwakilan dari PD ALISA “Khadijah” – ICMI Mimika menyatakan bahwa keterlibatan organisasi wanita cendekiawan dalam agenda ini merupakan wujud komitmen pengabdian masyarakat. Pihaknya menilai bahwa pembangunan SDM di Papua harus dimulai dari pemenuhan gizi, pendidikan, dan kasih sayang bagi anak-anak yatim dan kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

Menjaga Sinergi Kebaikan Berkelanjutan

Kegiatan “Santunan Yatim dan Dhuafa Harmoni Kemerdekaan RI ke-81 & Maulid Nabi Muhammad SAW” ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Kabupaten Mimika, serta keberkahan bagi para muzakki (pembayar zakat) dan donatur yang telah mempercayakan pentasyarufan hartanya melalui LAZ Assalaam Timika.

Melalui suksesnya penyelenggaraan acara ini, panitia berharap sinergi antara lembaga amil zakat, organisasi kemasyarakatan, MUI, dan sektor swasta dapat terus terjalin erat di masa-masa mendatang. Harapannya, kegiatan serupa tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi pemicu munculnya gerakan-gerakan sosial baru yang lebih masif dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di bumi Amungme dan Kamoro.

Keberhasilan kolaborasi ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dan ajaran Rasulullah SAW dapat bersatu dalam sebuah harmoni aksi nyata yang menghadirkan kedamaian, kesejahteraan, serta senyuman bagi anak-anak yatim dan dhuafa di Mimika.