Rabu, 26 Agustus 2026 / 13 Rabiulawal 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:29 04:39 05:51 06:19 11:58 15:16 17:58 19:07
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Syuruq 05:51
Duha 06:19
Zuhur 11:58
Ashar 15:16
Magrib 17:58
Isya 19:07
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Sirui Menre' Tessirui' No': KH. Muh. Amin AR Ajak KKS Mimika Saling Mengangkat, Bukan Menjatuhkan

TIMIKA — Peringatan HUT ke-19 Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) Kabupaten Mimika yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Grand Tembaga Hotel, Timika, Selasa (25/8/2026). Dalam kesempatan itu, Ketua Umum MUI Mimika KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd. menyampaikan tausiah yang mengangkat falsafah Bugis “Sirui Menre' Tessirui' No'.”

Falsafah tersebut mengandung makna saling menarik ke atas dan tidak saling menarik ke bawah, yakni semangat untuk saling membantu, menopang, dan mendorong sesama agar dapat tumbuh dan maju bersama. Makna ungkapan tersebut juga dikenal sebagai salah satu nilai kebersamaan dalam budaya Bugis.

Saling Mendukung

Nilai pertama yang terkandung dalam Sirui Menre' Tessirui' No' adalah pentingnya membangun budaya saling mendukung. Ketika seseorang memperoleh kesempatan untuk berkembang, mencapai prestasi, atau mendapatkan kedudukan yang lebih baik, keberhasilannya hendaknya menjadi jalan untuk turut membantu orang lain.

Semangat tersebut mengajarkan bahwa kemajuan tidak semestinya dinikmati seorang diri, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kemajuan bersama.

Menjauhkan Diri dari Dengki

Falsafah ini juga mengingatkan masyarakat agar menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki terhadap keberhasilan orang lain.

Kesuksesan seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjatuhkan atau menghambatnya. Sebaliknya, keberhasilan orang lain perlu disambut sebagai motivasi untuk saling menguatkan dan mendorong terciptanya kebaikan bersama.

Memperkuat Solidaritas

Nilai berikutnya adalah solidaritas kolektif. Kehidupan bermasyarakat membutuhkan rasa persaudaraan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling membantu agar tidak ada anggota masyarakat yang tertinggal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Semangat tersebut menjadi semakin bermakna ketika disampaikan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid tidak hanya menjadi kesempatan mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan kembali nilai akhlak, persaudaraan, kepedulian, dan kasih sayang dalam kehidupan nyata.

Melalui semangat Sirui Menre' Tessirui' No', keluarga besar KKS Mimika diharapkan terus menjaga persatuan dan silaturahmi serta menumbuhkan budaya saling mengangkat dalam kebaikan.

Semoga momentum HUT ke-19 KKS Mimika dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H semakin mempererat ukhuwah serta mendorong masyarakat untuk terus berlomba dalam kebaikan, saling membantu, dan memberikan manfaat bagi sesama.

(Sumber: jurnalpapua.id)