TIMIKA — Peringatan HUT ke-19 Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS)
Kabupaten Mimika yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi
Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat
persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung dalam kehidupan
bermasyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung
di Ballroom
Grand Tembaga Hotel, Timika, Selasa (25/8/2026). Dalam
kesempatan itu, Ketua Umum MUI Mimika KH. Muh. Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
menyampaikan tausiah yang mengangkat falsafah Bugis “Sirui Menre' Tessirui' No'.”
Falsafah tersebut mengandung
makna saling
menarik ke atas dan tidak saling menarik ke bawah, yakni
semangat untuk saling membantu, menopang, dan mendorong sesama agar dapat
tumbuh dan maju bersama. Makna ungkapan tersebut juga dikenal sebagai salah
satu nilai kebersamaan dalam budaya Bugis.
Saling Mendukung
Nilai pertama yang terkandung
dalam Sirui
Menre' Tessirui' No' adalah pentingnya membangun budaya saling
mendukung. Ketika seseorang memperoleh kesempatan untuk berkembang, mencapai
prestasi, atau mendapatkan kedudukan yang lebih baik, keberhasilannya hendaknya
menjadi jalan untuk turut membantu orang lain.
Semangat tersebut mengajarkan
bahwa kemajuan tidak semestinya dinikmati seorang diri, tetapi menjadi bagian
dari upaya membangun kemajuan bersama.
Menjauhkan Diri dari Dengki
Falsafah ini juga mengingatkan
masyarakat agar menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki terhadap keberhasilan
orang lain.
Kesuksesan seseorang tidak
seharusnya menjadi alasan untuk menjatuhkan atau menghambatnya. Sebaliknya,
keberhasilan orang lain perlu disambut sebagai motivasi untuk saling menguatkan
dan mendorong terciptanya kebaikan bersama.
Memperkuat Solidaritas
Nilai berikutnya adalah
solidaritas kolektif. Kehidupan bermasyarakat membutuhkan rasa persaudaraan,
kepedulian, dan kesediaan untuk saling membantu agar tidak ada anggota
masyarakat yang tertinggal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Semangat tersebut menjadi
semakin bermakna ketika disampaikan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid tidak hanya menjadi kesempatan mengenang kelahiran Rasulullah
SAW, tetapi juga menghidupkan kembali nilai akhlak, persaudaraan, kepedulian,
dan kasih sayang dalam kehidupan nyata.
Melalui semangat Sirui Menre'
Tessirui' No', keluarga besar KKS Mimika diharapkan terus
menjaga persatuan dan silaturahmi serta menumbuhkan budaya saling mengangkat
dalam kebaikan.
Semoga momentum HUT ke-19 KKS
Mimika dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H semakin mempererat ukhuwah serta
mendorong masyarakat untuk terus berlomba dalam kebaikan, saling membantu, dan
memberikan manfaat bagi sesama.
(Sumber: jurnalpapua.id)











