JAKARTA, MIMIKA MUSLIM — Pelaksanaan
International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 mendapat sambutan positif dari
peserta yang berasal dari 27 negara serta delegasi daerah dari berbagai wilayah
Indonesia. Salah satu apresiasi disampaikan Delegasi Ittihad Persaudaraan Imam
Masjid (IPIM) Papua Tengah, Firdaus Amir, S.H., yang menilai forum
internasional tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran imam
masjid di tengah tantangan global.
IGIC 2026 mengangkat tema "Masjid
Harmoni, Religion Diplomacy & Global Peace". Menurut Firdaus, tema
tersebut relevan dengan kebutuhan penguatan dakwah yang menyejukkan, inklusif,
serta mampu membangun jejaring lintas wilayah dan lintas negara melalui
pendekatan yang kolaboratif dan integratif.
Firdaus menyampaikan apresiasi kepada
panitia dan seluruh pihak yang menginisiasi IGIC 2026. Ia menilai materi,
pertukaran gagasan, serta jaringan peradaban yang dibangun melalui konferensi
ini memiliki nilai penting bagi pengembangan kapasitas para imam masjid di
berbagai daerah.
Sejalan dengan penyampaian Menteri Agama
RI dalam rangkaian kegiatan, konferensi ke depan diproyeksikan dapat melibatkan
lebih banyak tokoh agama internasional dari berbagai negara. Harapannya,
kolaborasi lintas agama dapat terus diperkuat sebagai salah satu instrumen
dalam merawat perdamaian dan membangun hubungan antarmasyarakat yang harmonis.
“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan
IGIC 2026. Kegiatan ini membuka ruang konsolidasi yang sangat berharga bagi
para imam masjid. Harapan besar kami, dampak dan keberlanjutan dari semangat
kegiatan ini tidak hanya berhenti di tingkat pusat atau kota-kota besar saja,
tetapi juga dapat menyentuh dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat di
Tanah Papua,” ujar Firdaus Amir.
Lebih lanjut, Firdaus menekankan bahwa
gagasan utama mengenai perdamaian dan harmoni yang diusung dalam IGIC 2026
selaras dengan semangat pembangunan kehidupan bermasyarakat di Papua Tengah,
khususnya Kabupaten Mimika yang selama ini kerap digaungkan sebagai "Kota
Harmoni".
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan
budaya di Mimika membutuhkan peran aktif para imam serta tokoh agama untuk
terus menjaga ruang perjumpaan yang damai, memperkuat toleransi, dan merawat
persaudaraan di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai moderasi, toleransi, dan
persaudaraan yang menjadi misi IGIC sangat sejalan dengan napas Papua Tengah,
terkhusus Mimika. Sebagai Kota Harmoni, Mimika adalah rumah bagi keberagaman
suku, agama, dan budaya. Peran imam di daerah sangat vital untuk terus menjaga
keharmonisan dan merawat kedamaian tersebut,” pungkasnya.
Melalui keikutsertaan IPIM Papua Tengah
dalam forum internasional ini, hasil-hasil strategis konferensi diharapkan
dapat diterjemahkan ke dalam program-program keumatan di daerah. Implementasi
tersebut diharapkan memperkuat peran imam masjid, memperkokoh kerukunan, serta
mendorong toleransi antarumat beragama di Papua Tengah dan wilayah lainnya di
Tanah Papua.
Semangat yang dibawa dari IGIC 2026
diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi ikhtiar nyata dalam
menghadirkan masjid sebagai pusat pembinaan umat, penguatan persaudaraan, dan
penyemai kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.











