JAKARTA,
MIMIKA MUSLIM — IPIM Papua Tengah menyatakan
dukungan penuh terhadap sembilan agenda strategis Pengurus Pusat Ittihad
Persaudaraan Imam Masjid (PP IPIM) periode 2026–2031. Dukungan tersebut
disampaikan setelah Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. terpilih kembali
memimpin IPIM dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) II IPIM di Jakarta
yang beriringan dengan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Nasaruddin Umar, yang juga menjabat Menteri
Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal, kembali memperoleh
amanah untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi. Momentum Munas II IPIM
menjadi bagian penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran
imam masjid di tengah tantangan keumatan yang semakin luas.
Munas II
IPIM dan Penguatan Jejaring Imam
Penyelenggaraan Munas II IPIM yang berlangsung
dalam momentum IGIC 2026 dinilai strategis karena membuka ruang pertemuan
antara agenda penguatan imam masjid di tingkat nasional dan jejaring keagamaan
internasional. IGIC 2026 sendiri membawa tema harmoni masjid, diplomasi
keagamaan, dan perdamaian global serta mempertemukan imam dan delegasi dari
berbagai negara.
Forum tersebut mendorong penguatan peran
imam bukan hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai pembina umat,
penggerak kehidupan sosial, serta bagian dari upaya membangun harmoni dan
perdamaian.
Sembilan
Agenda Strategis PP IPIM 2026–2031
Dalam periode kepengurusan 2026–2031, PP
IPIM merumuskan sembilan agenda strategis yang diarahkan untuk meningkatkan
kualitas keilmuan, profesionalisme, perlindungan, serta kesejahteraan para imam
masjid di Indonesia.
1. Sertifikasi Imam Masjid. Penguatan
standar dan kualitas imam masjid melalui proses sertifikasi yang terarah.
2. Pelatihan Manajemen Masjid. Mendorong
integrasi antara pengelolaan masjid dan peran imam agar pelayanan kepada jamaah
semakin profesional.
3. Kajian Daring. Penguatan pendidikan,
keimanan, dan wawasan keislaman melalui kajian yang dapat diakses secara lebih
luas.
4. Short Course Imam Masjid. Membuka
peluang peningkatan kapasitas imam melalui program jangka pendek dan jejaring
global dengan berbagai negara.
5. Penyusunan Kode Etik Imam Masjid. Menyiapkan
pedoman etika yang dapat menjadi rujukan bagi imam dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya.
6. Peningkatan Kesejahteraan Imam. Mendorong
dukungan anggaran pusat dan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan imam
masjid.
7. Perlindungan Hukum dan Kesehatan. Mengupayakan
perlindungan hukum serta akses perlindungan kesehatan bagi para imam masjid.
8. Program Beasiswa Prestasi. Membuka
peluang peningkatan pendidikan dan kompetensi melalui program beasiswa bagi
imam yang berprestasi.
9. Penyediaan Asuransi Imam Masjid. Mendorong
hadirnya skema perlindungan asuransi sebagai bagian dari peningkatan
kesejahteraan dan rasa aman bagi imam.
IPIM Papua
Tengah Siap Mengawal Program
Dukungan terhadap sembilan agenda strategis
tersebut disampaikan oleh Firdaus Amir, S.H., yang hadir sebagai perwakilan
IPIM Papua Tengah. Menurutnya, agenda tersebut menyentuh kebutuhan mendasar
para imam masjid dan memerlukan dukungan bersama agar dapat diwujudkan secara
nyata.
“Saya kira sembilan program
prioritas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan layak direalisasikan
dengan baik melalui dukungan semua pihak. IPIM Papua Tengah berdiri di garda
terdepan dalam mengawal dan mendukung program Ketua Umum PP IPIM, Prof. Dr. KH.
Nasaruddin Umar, M.A., yang telah terpilih kembali melalui Munas II IPIM.”
Bagi IPIM Papua
Tengah, penguatan kapasitas dan kesejahteraan imam memiliki arti penting karena
imam berhadapan langsung dengan kebutuhan jamaah dan dinamika sosial di
lingkungan masing-masing. Karena itu, pelaksanaan agenda nasional diharapkan
dapat menjangkau para imam hingga ke daerah-daerah, termasuk Papua Tengah.
Dari
Penguatan Domestik menuju Jejaring Global
Momentum Munas
II IPIM dan IGIC 2026 juga dipandang tidak hanya berfokus pada pembenahan
internal organisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun jejaring
keagamaan yang lebih luas. Masjid diharapkan semakin kuat sebagai pusat
peradaban, pembinaan umat, serta ruang yang menebarkan pesan perdamaian.
“Melalui jejaring internasional yang
terbangun lewat International Grand Imams Conference, IPIM tidak hanya berfokus
pada pembenahan domestik, tetapi juga membawa misi besar menjadikan masjid
sebagai pusat peradaban, pembinaan umat, dan mercusuar perdamaian dunia,” ujar
perwakilan pimpinan sidang Munas IPIM.
Dengan sinergi
antara agenda nasional yang konkret dan jejaring global yang terus diperkuat,
IPIM diharapkan mampu meningkatkan kualitas para imam masjid sekaligus
memperluas kontribusi mereka dalam pembinaan umat dan dakwah yang membawa
rahmat, kedamaian, serta kemaslahatan.
Semoga sembilan
agenda strategis tersebut dapat terlaksana secara bertahap dan berkelanjutan,
serta menjadi ikhtiar bersama dalam memuliakan peran imam dan menjadikan masjid
semakin hadir sebagai pusat ibadah, pendidikan, persaudaraan, dan peradaban
umat.











