Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Ilmu Sebagai Kompas Kehidupan: Bekal Utama Muslim di Jalan yang Benar

mimikamuslim.com - Sehebat apa pun seseorang, tanpa ilmu, hidupnya akan seperti kapal tanpa kompas—terombang-ambing dalam gelombang zaman.
Ilmu bukan sekadar alat cari kerja atau titel dunia, tapi cahaya yang Allah turunkan untuk menerangi jalan kita menuju-Nya. Maka hari ini, mari kita bahas bersama: mengapa ilmu adalah bekal utama kita sebagai seorang Muslim?


🕌 Ilmu dalam Islam: Kenapa Antum Harus Peduli?

Antum semua,
Dalam Islam, posisi ilmu itu luar biasa. Nggak main-main, Allah sendiri yang bilang dalam Qur’an:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍ ۚ
Yarfa‘illāhul-ladzīna āmanū minkum walladzīna ūtul-‘ilma darajāt
Artinya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Nah ini menunjukkan, ilmu itu bukan cuma buat pintar, tapi buat diangkat derajatnya sama Allah. Bayangkan, antum yang duduk belajar di majelis ilmu, itu posisi antum sedang naik derajat di sisi Allah. Keren banget, kan?


🕋 Kisah Nabi dan Semangat Ilmu: Cinta Rasulullah pada Ilmu

Rasulullah SAW sendiri adalah guru kehidupan kita. Tapi beliau bukan cuma ngajarin, beliau juga penuntut ilmu sejati. Ada kisah menarik, antum harus dengar…

📖 Suatu hari, Rasulullah SAW ditanya oleh para sahabat, siapa manusia terbaik? Beliau menjawab, "Orang yang paling bermanfaat bagi manusia."
Nah, ilmu itu termasuk manfaat paling tinggi. Rasul sendiri tiap pagi berdoa agar Allah menambah ilmunya:

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Wa qul rabbī zidnī ‘ilmā
Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha: 114)

Bayangin, Rasul saja minta tambah ilmu tiap hari, padahal beliau sudah di didik langsung oleh wahyu. Masa antum yang masih scroll TikTok nggak pengen nambah ilmu juga?


📚 Abdullah bin Abbas: Anak Muda yang Haus Ilmu

Kalau antum pikir belajar itu cuma buat orang tua atau ustadz, dengarkan kisah Abdullah bin Abbas, sepupu Nabi yang sejak muda ngebet banget sama ilmu. Setelah Rasul wafat, dia datangi satu per satu sahabat senior, nanya ini-itu, nyatat semua, sampai akhirnya beliau jadi ulama besar di usia muda.

Abdullah bin Abbas pernah berkata:
“Aku bertanya dan terus bertanya, sampai aku merasa setiap tetes peluhku adalah investasi akhiratku.”

Nah lho, masih mau rebahan aja tiap hari?


✨ Ilmu Adalah Amal Jariyah yang Abadi

Rasulullah SAW juga bersabda:

إِذَا مَاتَ ٱبْنُ آدَمَ ٱنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ... وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ
Idzā māta ibn Ādam inqaṭa‘a ‘amaluhu illā min tsalāṯin… wa ‘ilmin yuntafa‘u bih
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim No. 1631)

Jadi antum tahu? Ilmu itu salah satu investasi abadi. Kalau antum ngajarin orang lain, bahkan cuma ngajarin wudhu, lalu orang itu ngajarin anaknya, lalu cucunya, lalu cicitnya... antum masih panen pahala walau sudah jadi tanah!


Wahai antum semua yang Allah muliakan…
Di dunia yang makin cepat dan makin gelap ini, ilmu adalah lentera, cahaya, dan peta kita untuk sampai ke surga. Jangan remehkan duduk di majelis ilmu, baca buku, atau belajar dari ustadz—karena bisa jadi, itulah jalan antum menuju ridha Allah.

💬 Jadi, mulai hari ini: jangan cuma cari hiburan, tapi cari ilmu yang menenangkan jiwa. Antum bukan cuma butuh gizi buat badan, tapi juga gizi buat akal dan iman.

Kalau bukan kita yang serius belajar agama, siapa lagi?
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?


“Semoga Allah jadikan kita semua ahli ilmu yang rendah hati, bukan sekadar cerdas tapi juga bermanfaat. Dan semoga setiap ilmu yang antum dapat, jadi bekal antum di akhirat kelak. Aamiin.”

(Raka)