Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua
menegaskan bahwa seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026
Masehi bagi jemaah haji se-Papua dilaksanakan secara terencana,
terkoordinasi, dan berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Sinergi yang solid antara Kanwil Kemenhaj
Provinsi Papua dan Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Papua
menjadi kunci utama dalam memastikan layanan haji berjalan optimal dan
berorientasi pada kenyamanan jemaah.
Hal tersebut disampaikan
langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Papua, H. Musa Narwawan,
S.Ag., M.M., saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 9
Februari 2026. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji
tidak hanya menitikberatkan pada aspek administratif, tetapi juga mencakup
kesiapan teknis, pembinaan, serta perlindungan jemaah secara menyeluruh.
“Kanwil
Kemenhaj Provinsi Papua memastikan bahwa setiap tahapan penyelenggaraan ibadah
haji dilaksanakan secara tertib, terukur, dan sesuai regulasi, dengan tetap
mengedepankan prinsip pelayanan yang amanah dan profesional,” ujar Kakanwil.
Data Jemaah dan Kuota Haji Papua
Berdasarkan data resmi Sistem
Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kanwil Kemenhaj Provinsi
Papua, jumlah jemaah haji se-Papua yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci
sebanyak 847
jemaah dari total kuota 933 jemaah.
Tidak terpenuhinya kuota
tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal jemaah, antara lain kendala
ekonomi pada masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)
sehingga sebagian jemaah memilih menunda keberangkatan. Selain itu, terdapat 51 jemaah asal
Papua yang melakukan mutasi keluar provinsi dengan pertimbangan
pemenuhan syarat mahrom maupun pendampingan orang tua di provinsi lain.
Kesiapan Administrasi dan Teknis
Dari aspek teknis dan
administrasi, Kakanwil memastikan bahwa seluruh dokumen keberangkatan jemaah
telah diselesaikan secara menyeluruh. Tim kerja Siskohat Kanwil Kemenhaj
Provinsi Papua telah menuntaskan proses tapping paspor,
penyusunan pramanifest
dan kloter, serta pengajuan (request) visa jemaah
haji sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenhaj RI.
“Alhamdulillah,
seluruh tahapan administrasi strategis telah kami selesaikan tepat waktu. Ini
merupakan hasil kerja kolektif dan koordinasi intensif seluruh jajaran,” jelasnya.
Pembinaan Manasik Jemaah
Pada tahapan pembinaan,
Kakanwil menyampaikan bahwa Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Papua
saat ini tengah melaksanakan bimbingan manasik haji bagi
masing-masing jemaah.
Pembinaan ini bertujuan
meningkatkan pemahaman dan kesiapan jemaah, baik secara spiritual maupun
teknis, melalui materi yang mencakup:
·
niat dan
tujuan berhaji,
·
rukun dan
wajib haji,
·
tata cara
pelaksanaan ibadah,
·
hingga gambaran
utuh perjalanan haji sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
Pengaturan Kloter dan Jadwal
Keberangkatan
Jemaah haji se-Papua tergabung
dalam dua
kloter penuh, masing-masing berjumlah 387 jemaah,
serta satu
kloter gabungan sebanyak 69 jemaah yang bergabung dengan
Provinsi Sulawesi Selatan.
Adapun jadwal pemberangkatan
direncanakan sebagai berikut:
·
Kloter 27:
Masuk Asrama Haji Embarkasi Makassar 10 Mei 2026 dan berangkat 11 Mei 2026
pukul 00.15 WITA.
·
Kloter 29:
Masuk Asrama Haji Embarkasi Makassar 11 Mei 2026 dan berangkat 12 Mei 2026
pukul 13.00 WITA.
·
Kloter 31:
Masuk Asrama Haji Embarkasi Makassar 11 Mei 2026 dan berangkat 13 Mei 2026
pukul 20.00 WITA.
Komitmen Pelayanan dan Pesan untuk
Jemaah
Kakanwil Kemenhaj Provinsi
Papua menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola
penyelenggaraan ibadah haji secara berkelanjutan, agar jemaah haji Papua dapat melaksanakan
ibadah secara aman, tertib, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air
dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.
“Kepada
para jemaah haji yang akan berangkat, kami mendoakan semoga senantiasa
diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketenangan. Ikutilah seluruh tahapan dan
bimbingan yang telah disiapkan agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan penuh
kekhusyukan dan kenyamanan,”
pesan Musa
Narwawan.
Ia juga mengajak masyarakat
Papua untuk turut mendoakan dan memberikan dukungan kepada para jemaah haji.
Informasi resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji akan terus disampaikan
melalui kanal
resmi Kanwil Kemenhaj Provinsi Papua atau laman papua.haji.go.id,
sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.
Sumber: papua.haji.go.id










