Jumat, 6 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:34 04:44 05:55 06:23 12:07 15:09 18:12 19:21
Imsak 04:34
Subuh 04:44
Syuruq 05:55
Duha 06:23
Zuhur 12:07
Ashar 15:09
Magrib 18:12
Isya 19:21
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Lesunya Semangat Ibadah di Pertengahan Ramadhan

Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)

Fenomena lesunya semangat ibadah di pertengahan Ramadhan (10 hari kedua) sering disebut sebagai “fase kritis” atau futur (penurunan semangat iman). Kondisi ini cukup umum terjadi dan biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor fisik, psikologis, serta kebiasaan sehari-hari.

Berikut beberapa penyebab utama mengapa sebagian umat Islam mulai merasa lesu dalam beribadah saat memasuki pertengahan bulan puasa:

1. Kelelahan Fisik dan Penyesuaian Metabolisme
Setelah 10–15 hari berpuasa, tubuh mulai merasakan kelelahan akibat proses penyesuaian metabolisme. Rasa lapar, haus, serta kurang tidur karena bangun sahur dan menjalankan ibadah tarawih dapat menumpuk dan memengaruhi stamina.

2. Target Ibadah Terlalu Tinggi di Awal Ramadhan
Semangat yang sangat tinggi di awal Ramadhan terkadang tidak diiringi dengan perencanaan yang realistis. Misalnya, menargetkan khatam Al-Qur’an terlalu cepat atau melakukan shalat malam secara berlebihan tanpa jeda istirahat. Hal ini berpotensi menimbulkan burnout (kelelahan fisik dan mental) di tengah perjalanan Ramadhan.

3. Gangguan Fokus karena Urusan Duniawi
Memasuki pertengahan bulan, perhatian sebagian orang mulai terbagi dengan persiapan Idul Fitri, seperti belanja kebutuhan, agenda buka puasa bersama, hingga berbagai aktivitas sosial lainnya. Hal ini dapat mengurangi fokus dan waktu untuk beribadah.

4. Pola Makan yang Kurang Sehat saat Sahur dan Berbuka
Konsumsi makanan berlebihan saat berbuka atau kurangnya asupan gizi saat sahur dapat menyebabkan tubuh cepat lemas. Akibatnya, ibadah pada malam hari seperti shalat tarawih atau tahajud terasa lebih berat untuk dijalankan.

5. Fenomena “Amalan Musiman”
Sebagian orang menjalankan ibadah secara maksimal hanya pada awal Ramadhan karena euforia semata, bukan karena niat menjaga konsistensi (istiqamah). Ketika semangat awal tersebut mulai menurun, motivasi untuk beribadah pun ikut melemah.

6. Kurangnya Manajemen Waktu
Waktu luang seringkali dihabiskan untuk tidur berlebihan atau aktivitas yang kurang produktif, sehingga memicu rasa malas dan menurunkan semangat dalam menjalankan ibadah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan mengatur ritme ibadah secara seimbang dan konsisten, tidak memaksakan diri di awal namun menjaga keberlanjutan hingga akhir Ramadhan. Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan yang sehat serta mengelola waktu dengan baik.

Perlu diingat bahwa 10 hari kedua Ramadhan merupakan fase penting untuk memohon ampunan Allah SWT (maghfirah), sehingga momentum ini seharusnya menjadi penguat semangat bagi setiap muslim untuk terus meningkatkan kualitas ibadahnya.