Jumat, 13 Maret 2026 / 23 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:55 06:22 12:05 15:08 18:09 19:18
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:55
Duha 06:22
Zuhur 12:05
Ashar 15:08
Magrib 18:09
Isya 19:18
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Rasa Takut Kehilangan, Rasa Tidak Pernah Cukup, dan Kecemasan Akan Masa Depan yang Tidak Pasti

Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI Mimika

Semakin banyak harta yang dimiliki seseorang, sering kali justru membuatnya semakin pelit. Hal ini dipicu oleh rasa takut kehilangan, perasaan tidak pernah cukup, serta kecemasan terhadap masa depan yang tidak pasti. Fenomena ini dikenal sebagai mentalitas kekurangan (scarcity mindset), yaitu kondisi psikologis ketika seseorang menjadikan harta sebagai alat pengaman diri.

Akibatnya, muncul ketakutan bahwa uang atau kekayaan yang dimiliki suatu saat akan habis atau tidak mencukupi kebutuhan di masa depan. Perasaan ini membuat seseorang cenderung memegang hartanya dengan sangat erat, bahkan enggan untuk berbagi.

Beberapa alasan mengapa fenomena ini sering terjadi antara lain:

1. Takut Miskin dan Kehilangan
Sifat kikir kerap muncul dari ketakutan mendalam akan kemiskinan. Walaupun memiliki harta yang banyak, seseorang tetap merasa khawatir hartanya akan habis atau berkurang sehingga ia memilih untuk menyimpannya dengan sangat ketat.

2. Mentalitas Kekurangan (Scarcity Mindset)
Secara psikologis, sebagian orang merasa bahwa apa yang dimilikinya tidak pernah cukup. Dorongan untuk terus mengumpulkan lebih banyak sering kali dipicu oleh rasa serakah dan kekhawatiran akan masa depan.

3. Rasa Tidak Aman atau Terisolasi
Orang yang memiliki banyak harta terkadang merasa tidak aman atau terisolasi dari lingkungan sosialnya. Akibatnya, uang dijadikan sebagai alat perlindungan, dan mereka khawatir dimanfaatkan oleh orang lain.

4. Ketidakmampuan Bersyukur
Kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah membuat seseorang merasa bahwa hartanya harus disimpan sendiri, bukan untuk dibagikan kepada orang lain melalui sedekah atau kebaikan.

5. Harta Sebagai Identitas Diri
Ketika harta dianggap sebagai sumber harga diri dan identitas, maka melepaskannya melalui sedekah atau berbagi terasa seperti kehilangan bagian dari diri sendiri.

Penting untuk dipahami bahwa sifat kikir justru dapat membuat rezeki terasa sempit dan kurang berkah. Dalam ajaran Islam, berbagi melalui sedekah dan kebaikan kepada sesama merupakan jalan untuk membuka pintu keberkahan serta menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan.