Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI Mimika
Jika Idul Fitri bertepatan dengan
hari Jumat, maka terdapat keringanan (rukhshah) dalam pelaksanaan shalat
Jumat bagi umat Islam yang telah menunaikan shalat Id di pagi hari.
Meski demikian, melaksanakan shalat Jumat tetap dianjurkan sebagai bentuk
kehati-hatian dan keutamaan dalam ibadah.
Berikut rincian hukum menurut para ulama:
1. Keringanan (Rukhshah)
Berdasarkan hadits Nabi ﷺ, umat Islam yang
telah melaksanakan shalat Idul Fitri diperbolehkan untuk tidak
menghadiri shalat Jumat.
2. Wajib Mengganti dengan Shalat Zuhur
Bagi yang tidak melaksanakan shalat Jumat, maka wajib menggantinya dengan
shalat Zuhur sebagai bentuk penyempurnaan kewajiban ibadah.
3. Tetap Lebih Utama Melaksanakan Jumat
Meskipun terdapat keringanan, melaksanakan shalat Jumat tetap lebih utama (afdhal),
terutama bagi yang jarak masjidnya dekat dan tidak memiliki uzur.
4. Bagi yang Tidak Shalat Id
Bagi umat Islam yang tidak mengikuti shalat Id, maka kewajiban shalat
Jumat tetap berlaku dan tidak gugur.
5. Perbedaan Pendapat Mazhab
Mazhab Hambali cenderung memberikan keringanan untuk tidak melaksanakan
shalat Jumat, sedangkan Mazhab Syafi’i—yang menjadi pegangan mayoritas
umat Islam di Indonesia—tetap menganjurkan pelaksanaan shalat Jumat.
Selain itu, imam dan pengurus
masjid tetap wajib menyelenggarakan shalat Jumat untuk melayani jamaah yang
tetap ingin melaksanakannya.
Kesimpulannya, terdapat kebolehan untuk tidak
melaksanakan shalat Jumat bagi yang telah menunaikan shalat Id, namun tetap
wajib menggantinya dengan shalat Zuhur. Meskipun demikian, menjaga keutamaan
dengan tetap melaksanakan shalat Jumat sangat dianjurkan demi meraih
kesempurnaan ibadah dan menjaga syiar Islam.













