Minggu, 15 Maret 2026 / 25 Ramadan 1447 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:54 06:21 12:05 15:09 18:09 19:17
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:54
Duha 06:21
Zuhur 12:05
Ashar 15:09
Magrib 18:09
Isya 19:17
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Rumus Prediksi Malam Lailatul Qadar

Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI Mimika

Salah satu pendapat ulama mengenai prediksi malam Lailatul Qadar adalah rumus yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali. Rumus ini didasarkan pada hari pertama bulan Ramadan, yang kemudian digunakan untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir.

Berikut rumus prediksi malam Lailatul Qadar menurut Imam Al-Ghazali berdasarkan hari pertama Ramadan:

1.       Jika hari pertama Ramadan jatuh pada hari Senin Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-21 Ramadan

2.     Jika hari pertama Ramadan jatuh pada hari Sabtu Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-23 Ramadan

3.     Jika hari pertama Ramadan jatuh pada hari Kamis Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-25 Ramadan

4.     Jika hari pertama Ramadan jatuh pada hari Selasa atau Jumat Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-27 Ramadan

5.     Jika hari pertama Ramadan jatuh pada hari Minggu atau Rabu Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-29 Ramadan

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda malam Lailatul Qadar tidak selalu langsung terlihat saat malam itu terjadi. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari:

وَقَدْ وَرَدَ لِلَّيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتُ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي

Artinya:
"Ada beberapa dalil yang membahas mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar, namun sebagian besar tanda tersebut tidak tampak kecuali setelah malam itu berlalu." (Kitab Fathul Bari)

Adapun beberapa tanda-tanda terjadinya malam Lailatul Qadar antara lain sebagai berikut:

1. Matahari Pagi Berwarna Putih

Melalui Ubay bin Ka'ab, beliau menyampaikan sabda Rasulullah SAW:

هي اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعِ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya:
"Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh dari bulan Ramadan. Tanda-tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR Muslim)

2. Cuaca yang Nyaman

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةُ سَمْحَةُ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتُهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاء

Artinya:
"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Pada pagi harinya matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)