Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd.,
M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI
Mimika
Salah satu pendapat ulama
mengenai prediksi
malam Lailatul Qadar adalah rumus yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali.
Rumus ini didasarkan pada hari pertama bulan Ramadan, yang
kemudian digunakan untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya malam Lailatul
Qadar pada sepuluh malam terakhir.
Berikut rumus prediksi malam Lailatul
Qadar menurut Imam Al-Ghazali berdasarkan hari pertama Ramadan:
1.
Jika hari pertama
Ramadan jatuh pada hari Senin → Lailatul
Qadar diperkirakan malam ke-21 Ramadan
2.
Jika hari pertama
Ramadan jatuh pada hari Sabtu → Lailatul
Qadar diperkirakan malam ke-23 Ramadan
3.
Jika hari pertama
Ramadan jatuh pada hari Kamis → Lailatul
Qadar diperkirakan malam ke-25 Ramadan
4.
Jika hari pertama
Ramadan jatuh pada hari Selasa atau Jumat → Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-27 Ramadan
5.
Jika hari pertama
Ramadan jatuh pada hari Minggu atau Rabu → Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-29 Ramadan
Meski
demikian, para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda malam Lailatul Qadar tidak selalu
langsung terlihat saat malam itu terjadi. Hal ini dijelaskan oleh
Ibnu Hajar
Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari:
وَقَدْ
وَرَدَ لِلَّيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتُ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ
أَنْ تَمْضِي
Artinya:
"Ada
beberapa dalil yang membahas mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar, namun
sebagian besar tanda tersebut tidak tampak kecuali setelah malam itu berlalu."
(Kitab Fathul Bari)
Adapun
beberapa tanda-tanda
terjadinya malam Lailatul Qadar antara lain sebagai berikut:
1. Matahari Pagi Berwarna Putih
Melalui Ubay bin Ka'ab,
beliau menyampaikan sabda Rasulullah SAW:
هي
اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعِ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ
تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا
Artinya:
"Malam
itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh dari bulan Ramadan.
Tanda-tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa
memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR Muslim)
2. Cuaca yang Nyaman
Dari Ibnu Abbas,
Rasulullah SAW bersabda:
لَيْلَةُ
القَدَرِ لَيْلَةُ سَمْحَةُ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ
الشَّمْسُ صَبِيحَتُهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاء
Artinya:
"Lailatul
Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak terlalu panas dan
tidak pula terlalu dingin. Pada pagi harinya matahari bersinar tidak begitu
cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)













