Oleh: KH Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
Ketua Umum MUI Mimika
Menunggu keputusan pemerintah melalui sidang
isbat dalam penentuan awal Idul Fitri sering kali dianggap lebih
maslahat (membawa kebaikan dan manfaat) serta menjaga keharmonisan umat
Islam di Indonesia. Pendekatan ini menempatkan pemerintah sebagai Ulil Amri
yang memiliki kewenangan untuk menyatukan berbagai perbedaan pendapat di tengah
masyarakat.
Berikut beberapa alasan mengapa mengikuti keputusan pemerintah dinilai
lebih maslahat:
1. Menghindari Perpecahan Sosial
Perbedaan penentuan hari raya berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan kesan
terpecah belah di tengah masyarakat, terutama jika terjadi perbedaan waktu
takbiran maupun pelaksanaan salat Idul Fitri.
2. Ketaatan kepada Pemerintah (Ulil Amri)
Dalam fikih Islam terdapat pandangan yang menganjurkan, bahkan mewajibkan,
untuk mengikuti keputusan pemerintah sebagai representasi otoritas yang sah
demi terciptanya kepastian hukum dan persatuan umat.
3. Kepastian dalam Beribadah
Keputusan pemerintah memberikan pedoman yang seragam bagi umat Islam untuk
mengakhiri bulan Ramadan dan memasuki bulan Syawal, sehingga ibadah dapat
dijalankan dengan lebih tenang tanpa keraguan.
4. Meredam Polemik di Tengah Umat
Sidang isbat melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam serta para
ahli astronomi untuk mencari titik temu dalam penentuan awal bulan. Upaya ini
dilakukan agar umat Islam tidak terombang-ambing dalam perbedaan, sehingga
tercapai Ummatan Wahidan—umat yang bersatu.
5. Konteks Penentuan Idul Fitri 1447 H (2026 M)
Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat penentuan Idul
Fitri 1447 H pada 19 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah melalui
metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah menetapkan Idul
Fitri jatuh pada 20 Maret 2026. Meski demikian, pemerintah tetap
mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi hasil sidang isbat demi
menjaga persatuan umat.
Secara ringkas, menaati keputusan
pemerintah dalam hal ini merupakan langkah untuk meminimalkan dampak negatif
dari perbedaan pendapat sekaligus memperkokoh persaudaraan umat Islam dalam
menyambut hari kemenangan.













