Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)
Secara bahasa, kata “sholat”
berakar dari kata ash-shilah yang artinya hubungan atau koneksi.
Jadi, sholat itu bukan cuma soal
gerakan fisik—berdiri, ruku, atau sujud—tetapi merupakan momen di mana “kabel”
spiritual kita tersambung langsung kepada Allah SWT.
Berikut beberapa alasan mengapa sholat
disebut sebagai bentuk ketersambungan yang istimewa:
- Jalur Komunikasi Langsung:
Sholat adalah media bagi hamba untuk berkomunikasi tanpa perantara dengan Sang Pencipta. Saat kita membaca Al-Fatihah, sebenarnya sedang terjadi dialog antara kita dengan Allah. - Kebutuhan Jiwa:
Lebih dari sekadar kewajiban, sholat adalah “panggilan cinta” dan kebutuhan jiwa untuk mendapatkan ketenangan. Tanpa sholat, batin manusia sering kali merasa “kosong” atau kehilangan arah. - Mi’raj-nya Orang Beriman:
Dalam perspektif tasawuf, sholat disebut sebagai Mi’rajul Mu’minin atau pendakian ruhani menuju Allah. Ini adalah momen di mana seorang hamba melepaskan diri sejenak dari urusan dunia untuk menghadap Rabb-nya. - Penyembuh dan Penenang:
Karena adanya koneksi ini, sholat menjadi tempat paling tenang untuk “curhat” dan memohon pertolongan atas segala kesulitan hidup.
Singkatnya, sholat adalah cara kita
menjaga agar hati tetap “online” dengan Allah. Jika sholat dilakukan dengan
benar dan khusyuk, maka koneksi itu akan membuahkan ketenangan hati serta
mencegah kita dari perbuatan buruk dalam kehidupan sehari-hari.










