Senin, 27 Juli 2026 / 12 Safar 1448 ||
Sudahkah Anda Membaca Al-Qur'an Hari Ini

Imsak Subuh Syuruq Duha Zuhur Ashar Magrib Isya
04:33 04:43 05:59 06:27 12:02 15:24 17:59 19:11
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Syuruq 05:59
Duha 06:27
Zuhur 12:02
Ashar 15:24
Magrib 17:59
Isya 19:11
Sumber Jadwal : BHR Kabupaten Mimika

Teks Khutbah Jumat Singkat: Mengikis Mitos Bulan Safar dengan Aktualisasi Zakat dan Sedekah

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزَّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ، فَخَصَّ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَاللَّيَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ وَالْحَسَنَاتُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ فِي أَنْحَاءِ الْبِلَادِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hari ini, kita berada di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah.

Ma’asyiral muslimin wa zumratal mukminin rahimakumullah,

Sebagian masyarakat pada zaman dahulu, bahkan hingga hari ini, masih ada yang terjebak dalam mitos tathayyur, yaitu menganggap bulan Safar sebagai bulan yang penuh kesialan dan bulan turunnya bala. Akibatnya, mereka takut melangsungkan pernikahan, memulai bisnis, atau melakukan perjalanan jauh.

Keyakinan ini dibantah keras oleh Rasulullah SAW dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا هَامَةَ، وَلَا صَفَرَ

“Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada ramalan buruk atau kesialan, tidak ada burung hantu sebagai pembawa nasib buruk, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.”

Islam mengajarkan bahwa setiap waktu bersifat netral dan baik. Tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan. Keberkahan atau keburukan yang dirasakan manusia berkaitan dengan amal perbuatannya sendiri.

Jamaah yang berbahagia,

Bagaimana cara kita menyikapi mitos mengenai bulan ini? Daripada terjebak dalam kecemasan yang tidak berdasar, Islam memberikan ikhtiar penolak bala yang nyata dan rasional, yaitu melalui zakat, infak, dan sedekah.

Rasulullah SAW bersabda:

بَادِرُوا بِالصَّدَقَةِ، فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ

“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak akan dapat mendahului sedekah.”
(HR. Thabrani)

Zakat dan sedekah yang kita keluarkan memiliki keterkaitan erat dengan upaya membersihkan sisa-sisa keyakinan keliru dalam diri kita.

1. Pembersih Harta dan Jiwa

Zakat mal yang kita tunaikan ketika telah mencapai haul atau satu tahun Hijriah dan mencapai nisab senilai 85 gram emas berfungsi membersihkan harta dari hak orang lain. Zakat juga membersihkan jiwa dari sifat kikir.

لَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ

“Tidak ada kewajiban zakat pada suatu harta hingga berlalu satu haul atau satu tahun Hijriah.”
(HR. Abu Dawud)

2. Mengisi Kekosongan

Arti kata Safar adalah kosong. Melalui zakat, kita dapat mengisi kekosongan hidup para mustahik, fakir, dan miskin yang sedang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Para ulama dan ahli bahasa Arab atau ahlul lughah menjelaskan:

سُمِّيَ صَفَرٌ؛ لِأَنَّ الْعَرَبَ كَانُوا يَصْفُرُونَ فِيهِ دِيَارَهُمْ، أَيْ يَتْرُكُونَهَا خَالِيَةً

“Bulan Safar dinamakan Safar karena orang-orang Arab dahulu mengosongkan rumah-rumah mereka, yakni meninggalkannya dalam keadaan kosong untuk bepergian atau berperang.”

3. Benteng dari Musibah

Apabila kita takut menghadapi musibah, zakat dan sedekah merupakan salah satu benteng terbaik untuk memohon perlindungan Allah SWT, meredam kemurkaan-Nya, dan menolak berbagai marabahaya.

Nabi SAW bersabda:

حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ، وَدَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ، وَأَعِدُّوا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ

“Bentengilah harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah, dan persiapkanlah doa untuk menghadapi bala.”
(HR. Al-Baihaqi)

Oleh karena itu, marilah kita menjadikan bulan Safar sebagai momentum untuk memeriksa kembali harta yang kita miliki. Apakah harta tersebut telah mencapai nisab? Apakah sudah tiba waktunya untuk dikeluarkan zakatnya?

Janganlah menunda hak para fakir miskin. Di dalam setiap harta yang kita miliki terdapat keberkahan yang akan mengalir apabila kita menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi, seperti Lembaga Amil Zakat atau badan amil zakat lainnya.

Allah SWT berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, engkau membersihkan dan menyucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk mengambil zakat dari kaum muslimin.

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata خُذْ menjadi salah satu dalil bahwa:

الإِمَامُ هُوَ الَّذِي يَتَوَلَّى قَبْضَ الزَّكَاةِ

“Imam atau pemerintah adalah pihak yang bertugas mengambil zakat.”

Jamaah rahimakumullah,

Di negara kita, amanah pengelolaan zakat juga telah diatur oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Undang-undang tersebut membentuk sistem pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional dan memberikan ruang bagi Lembaga Amil Zakat yang telah memperoleh izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, zakat dapat dikelola secara amanah, profesional, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para mustahik.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa konsisten berada di jalan tauhid. Bersihkanlah hati kita dari segala khurafat dan mitos yang dapat merusak akidah. Ingatlah bahwa segala manfaat dan mudarat di dunia ini datang hanya atas kehendak Allah SWT.

Pada akhir khutbah ini, marilah kita berkomitmen menjadikan bulan Safar sebagai bulan peningkatan amal saleh. Ringankanlah tangan untuk membantu sesama, tunaikan zakat mal maupun zakat penghasilan, dan perbanyaklah sedekah sebagai bukti nyata keimanan kita.

اِعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ، فَقَالَ:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ.

وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي ٱلْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَاءِ وَٱلْمُنْكَرِ وَٱلْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah

Bagi pembaca MimikaMuslim.com yang berminat menyalurkan zakat, infak, atau sedekah melalui LAZ Assalaam Timika, dapat menyalurkannya melalui rekening berikut:

Bank Muamalat

Zakat: 88-200-14800
Infak: 88-200-14854
a.n. LAZ Assalaam Timika

Konfirmasi: 0811-4911-400