Oleh: KH. Muh.
Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)
Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadan 1364 Hijriah.
Pemilihan tanggal tersebut tidak lepas dari pertimbangan Bung Karno yang
menganggap angka 17 memiliki makna spiritual dan sakral, yang dikaitkan dengan
jumlah rakaat salat wajib dan turunnya Al-Qur'an.
Alasan Pemilihan Tanggal 17 Agustus 1945
Angka Sakral
17
Bung Karno meyakini
angka 17 adalah angka suci dan keramat. Angka ini identik dengan turunnya
Al-Qur'an pada 17 Ramadan serta jumlah rakaat salat lima waktu sehari semalam,
yaitu 17 rakaat.
Hari Jumat
Legi
Proklamasi terjadi
pada hari Jumat, hari yang dianggap mulia dan penuh berkah dalam ajaran Islam.
Momentum Sahur
Sebelum merumuskan naskah Proklamasi di
rumah Laksamana Maeda pada malam harinya, para pemimpin bangsa, termasuk Bung
Karno dan Bung Hatta, sempat menikmati santap sahur bersama.











