Oleh: KH. Muh Amin AR, S.Ag., S.Pd., M.M., M.Pd.
(Ketua Umum MUI Mimika)
Ciri-ciri haji mabrur ditandai dengan
perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah kembali dari Tanah Suci. Hal ini
terlihat dari peningkatan ketaatan dalam beribadah, keikhlasan, kesantunan
dalam bertutur kata, serta gemar memberi makan (bersedekah) dan menyebarkan
kedamaian. Haji mabrur mencerminkan transformasi spiritual yang membuat
seseorang lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Berikut adalah rincian ciri-ciri haji mabrur yang perlu diketahui:
- Peningkatan
Kualitas Akhlak dan Ibadah:
Orang yang haji mabrur cenderung lebih rajin beribadah (baik wajib maupun sunnah), serta perilakunya berubah menjadi lebih santun, sabar, dan rendah hati dibandingkan sebelum berangkat. - Gemar Memberi
Makan dan Bersedekah:
Menjadi lebih dermawan dan proaktif membantu orang lain yang membutuhkan, yang merupakan salah satu tanda utama menurut hadis, yaitu ith’amut tha’am. - Menebarkan
Kedamaian (Ifsyaus Salam):
Seseorang menjadi pribadi yang menyebarkan keselamatan, ketenangan, dan tidak menimbulkan konflik di lingkungannya. - Lisannya
Terjaga:
Lebih hati-hati dalam berbicara, menghindari perkataan kotor (rafats), ghibah, maupun menyakiti perasaan orang lain. - Keinginan untuk
Terus Beramal Saleh:
Lebih semangat dalam menuntut ilmu agama dan melakukan aktivitas sosial yang bermanfaat. - Rezeki yang
Digunakan Halal:
Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk ibadah haji berasal dari harta yang halal. - Tidak Melakukan
Perbuatan Dosa/Fasik:
Berusaha menjauhi kemaksiatan dan meninggalkan kebiasaan buruk yang biasa dilakukan sebelumnya.
Haji yang mabrur juga diartikan sebagai ibadah yang dilakukan sesuai
dengan aturan syariat dan sunnah, serta diterima oleh Allah SWT, yang
balasannya adalah surga.













